Bakteri Penyebab Keracunan Makanan Juga Hidup di Lap Dapur - Kompas.com

Bakteri Penyebab Keracunan Makanan Juga Hidup di Lap Dapur

Kompas.com - 02/07/2018, 11:36 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Karena sering dipakai untuk membersihkan berbagai permukaan, lap dapur memang tak mungkin selalu bersih. Namun, seberapa kotorkah lap dapur ini?

Penelitian menunjukkan, di lap dapur dapat tumbuh bakteri-bakteri yang secara alami sebenarnya hidup di usus manusia.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan dan penyakit lain yang ditularkan lewat makanan.

Demikian menurut riset yang dilakukan tim dari Universitas Mauritius dengan cara mengkultur 100 lap dapur yang sudah dipakai berulang selama sebulan tanpa dicuci.

"Dalam penelitian ini kami mencari tahu faktor lap dapur dalam kontaminasi silang di dapur dan juga faktor lain yang berpengaruh pada profil mikroba dan jumlahnya di lap dapur," kata Susheela D.Biranjia-Hurdoyal Ph.D, peneliti.

Dari 49 sampel yang ternyata positif mengandung bakteri usus, sekitar 36,7 persen mengandung bakteri coliform, 36,7 persen bakteri Enterocooccus dan 14,3 persen jenis S.aureus.

Bakteri di lap dapur juga menggambarkan kondisi pemiliknya. Penelitian menunjukkan, tipe dan jumlah bakteri berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya keluarga, kehadiran anak, status sosioekonomi, pola makan, dan jenis lap yang dipakai.

Misalnya saja, S.aureus, jenis bakteri yang biasanya ada di kulit, hidung, dan tenggorokan ini, lebih banyak ditemukan di lap keluarga yang memiliki anak dan punya status ekonomi lebih rendah.

Sementara itu, bakteri E.coli biasanya ditemukan di lap dapur pada rumah orang penggemar daging.

Menurut studi, E.coli pada umumnya ditemukan di feses manusia. Ini berarti, kurangnya menjaga kebersihan tangan bisa menjadi pintu masuk bakteri ini berakhir di dapur.

Baca juga: Tempat Favorit Kuman Bersembunyi di Rumah

Lap dapur yang dipakai untuk berbagai fungsi, misalnya mengeringkan peralatan dapur, mengeringkan tangan, atau mengelap permukaan dapur, mengandung lebih banyak bakteri.

Lap dapur yang sering lembab dan basah juga menjadi tempat favorit kuman dibanding lap kering.

Berbahaya

Memang tidak semua bakteri itu berbahaya bagi kesehatan. namun, beberapa tipe, seperti E.coli dan S.aureus, terkait dengan kasus keracunan makanan yang dapat memicu muntah, mual, diare, sakit perut, dan juga demam.

"Proses pengolahan makanan yang tidak higienis dan juga sanitasi bisa membuat bakteri-bakteri itu berakhir di dapur dan memicu penyakit," kata Dr.Bruce Ruben, spesialis penyakit infeksi.

Bakteri memang menyukai tempat yang hangat dan lembab. Itu sebabnya dapur menjadi tempat paling banyak mengandung kuman di dalam rumah.

Baca juga: Kuman di Alat Dapur Ini 200 Kali Lebih Banyak dari Dudukan Toilet

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit. Antara lain mencuci lap dapur lebih sering.

Pakar mikrobiologi Charles Gerba Ph.D, juga menyarankan melakukan disinfektan permukaan dapur secara berkala, termasuk bagian rak dan pegangan kulkas. Terutama setelah memasak daging mentah, telur, dan susu.

"Penyebab kontaminasi bakteri di dapur adalah tangan kita. Karena itu mencuci tangan dengan sabun harus sering dilakukan," katanya.


Terkini Lainnya


Close Ads X