Waspadai Enam Gejala Awal Serangan Jantung

Kompas.com - 03/07/2018, 18:44 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Angka kematian akibat penyakit tidak menular terus meningkat. Serangan jantung menjadi salah satu ancaman tertinggi.

Berdasarkan Data Studi Beban Penyakit yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, misalnya, menyebutkan bahwa pada 2016, sebanyak 54,7 juta orang meninggal di seluruh dunia.

Dari jumlah itu, hampir tiga perempatnya (72,3 persen) berasal dari penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker.

Bila ditengok ke belakang, selama satu dekade sejak 2006, terjadi peningkatan sebesar 16 persen atau 5,5 juta orang. Biang keladi terbesar adalah penyakit jantung iskemik yang membuat 9,5 juta orang meninggal.

Dengan tingginya risiko penyakit jantung, tentunya kita perlu mengetahui gejala awal penyakit tersebut agar tindakan bisa segera dilakukan.

1. Kelelahan

Menurut Kardiolog di Northwell Health, Dr. Stacey E. Rosen, MD, kelelahan adalah salah satu gejala umum penyakit jantung. Terutama terlihat pada pasien wanita.

Dilansir dari laman WebMD, selama serangan jantung terjadi, aliran darah ke jantung menurun. Sehingga otot jantung mengalami ketegangan ekstra yang akan membuat kita kelelahan.

"Selama 25 tahun praktik, saya melihat orang-orang yang mengalami serangan jantung melaporkan mereka mengalami kelelahan dan tidak bisa beraktivitas normal," ujar Dr. Rosen.

Jika kamu mengalaminya dan khawatir tanda tersebut adalah gejala penyakit jantung, lakukanlah tes aktivitas jantung dengan Electrocsrdiogram (EKG).

Baca juga: Punya Perut Buncit? Hati-hati Risiko Serangan Jantung Berlipat Ganda

2. Sakit punggung, lengan atau dada

Sakit pada bagian punggung, dada, maupun lengan bisa menjadi gejala umum lainnya dari penyakit jantung.

Pada laman MyHeartSisters.org dijelaskan, sel otot jantung mulai kehabisan oksigen selama serangan jantung karena pembuluh darah tersumbat, darah yang mengangkut oksigen pun terhalang.

Sinyal sakit kemudian dikirim melalui sistem syaraf. Otak kita mungkin akan bingung perihal asal sinyal tersebut karena kedekatan syaraf. Sehingga bisa saja sakit tersebut terasa di bahu, siku, punggung atas, rahang, atau leher.

Karena sakit itu seringkali tidak diikuti rasa berat di dada yang diasosiasikan sebagai serangan jantung, maka banyak orang mengabaikannya.

"Beberapa pasien mengatakan sakit tersebut hanya terasa saat berolahraga. Jadi, mereka berasumsi sakit itu datang karena olahraga, padahal tidak," ujarnya.

"Jika gejala tersebut baru, itu mengkhawatirkan dan segeralah ke dokter."

3. Nafas pendek

Jika nafas pendek terjadi saat kita berada di penerbangan atau naik tangga, maka hal itu lumrah. Namun, jika kita merasakan dirimu tiba-tiba termegap-megap mencari udara, maka itu bisa menjadi sinyal serangan jantung.

Annapoorna Kini, MD, dari The Mount Sinai Hospital menambahkan, jika nafas pendek tersebut terjadi saat bangun tidur, itu juga bisa menjadi sinyal ada hal yang tidak beres.

Menurut MayoClinic.com, jantung mengambil peran kunci dalam mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida dari jaringan. Sehingga, aliran darah yang terhambat bisa berdampak pada cara kita bernafas.

Baca juga: Mengenal Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

4. Nyeri dada atau sendawa

Jika kamu merasakan nyeri dada sesekali kambuh setelah makan berat, hal itu tak perlu dikhawatirkan. Namun, jika nyeri dada terjadi di luar kebiasaan dan rasanya sangat mengganggu, hubungi dokter karena itu bisa jadi adalah tanda serangan jantung.

Gastroenterologis Ryan Madonick menjelaskan kepada Health.com, nyeri dada seperti terbakar disebut Angina. Angina disebabkan kurangnya aliran darah ke jantung dan menyebabkan serangan jantung terjadi.

5. Nyeri perut

Gejala serangan jantung juga bisa menyebabkan masalah perut, seperti mual, muntah atau perut tegang. Terutama terjadi pada wanita.

"Ini bisa saja karena makanan yang diasup. Tapi bisa juga karena serangan jantung, jadi cobalah hubungi dokter," kata Dr. Rosen.

6. Tidak nyaman di leher, tenggorokan atau rahang

Ketidaknyamanan tanpa sebab yang terjadi di leher, rahang, atau ketegangan di tenggorokan bisa menjadi indikasi serangan jantung. Jika hal itu terjadi maka kita harus segera menghubungi dokter.

Dr. Rosen menambahkan, apalagi jika hal itu terjadi pada penderita diabetes. Mereka cenderung tak akan merasakan gejala seperti sakit dada.

Sejumlah pasien serangan jantungnya juga pernah menyampaikan bahwa mereka kerap memiliki firasat tertentu bahwa ada yang salah dengan tubuh mereka.

Jika kamu merasakan hal yang sama, segeralah pergi ke dokter dan memeriksakan diri sebelum terlambat.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X