Kampanye "Dog Meat Free Indonesia", Apa Pesannya?

Kompas.com - 20/07/2018, 10:51 WIB
Kampanye Dog Meat Free Indonesia www.dogmeatfreeindonesia.orgKampanye Dog Meat Free Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah kampanye bebas daging anjing " Dog Meat Free Indonesia (DMFI)" digagas oleh 5 organisasi non-profit, Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Change for Animal Foundation (CFAF), Animal Friends Jogja (AFJ), Humane Society International (HIS), dan Four Paws.

Kampanye ini bertujuan menjamin kesejahteraan binatang, dalam hal ini anjing, dan melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya rabies yang mungkin tersebar dari konsumsi daging anjing.

Tercatat, masyarakat Indonesia yang mengonsumsi daging anjing di Indonesia sebesar 7 persen dari keseluruhan populasi masyarakat.

Namun, angka 7 persen ini memberikan sumbangsih besar terhadap praktik penyiksaan anjing yang akan dikonsumsi dan berkontribusi besar terhadap penyebaran virus rabies di Indonesia.

DMFI menyebutkan, World Health Organisation (WHO) secara eksplisit telah menyorot perdagangan daging anjing sebagai faktor penyebab penyebaran rabies di Indonesia karena anjing bukan binatang ternak.

Dengan demikian, kesehatannya tidak terjamin, tidak ada status penyakit dan daftar vaksinasi apa saja yang sudah diterima anjing yang akan dikonsumsi.

Baca juga: Ingat, Daging Anjing Bukan Bahan Pangan untuk Dikonsumsi!

Selain itu, proses panjang yang harus dilewati anjing-anjing itu juga memprihatinkan.

Mereka adalah anjing peliharaan yang dicuri atau anjing liar yang dipungut, kemudian ditangkap dan dikumpulkan sebelum dimatikan untuk dikonsumsi.

Hasil penelusuran berskala nasional, DMFI menemukan bahwa anjing-anjing yang ditangkap kemudian diikat mulutnya dengan kencang hingga kesulitan bernapas.

Tubuh anjing dimasukkan ke dalam karung hingga tidak dapat bergerak. Ada pula yang dimasukkan ke dalam kandang berjejalan bersama anjing-anjing lainnya.

Anjing-anjing ini dikirimkan ke rumah jagal atau restoran di berbagai kota di Indonesia.

Pasca penangkapan, mereka tidak diberi makan dan minum hingga kemudian ada yang jatuh sakit dan mati sebelum sampai tujuan karena dehidrasi.

Anjing akan diantar ke pemesan.Dog Meat Free Indonesia Anjing akan diantar ke pemesan.
Perlakuan yang buruk juga seringkali membuat tubuhnya terluka.

Anjing-anjing yang masih hidup akan masuk ke penjagalan dengan menyaksikan anjing lain dimatikan dengan cara yang kejam.

Anjing merupakan binatang peliharaan yang dapat memberi banyak manfaat bagi manusia, misalnya menjaga rumah, memantu kepolisian melacak tindak kejahatan, ikut andil dalam tindak penyelamatan bencana, dan sebagainya.

Perdagangan daging anjing juga merupakan tindakan yang melanggar hukum dan peraturan berkaitan dengan kesehatan manusia dan kesejahteraan hewan sehingga harus segera dihentikan.

Upaya DMFI untuk menghentikan siklus konsumsi anjing ini dilakukan dalam berbagai cara.

Misalnya, bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan figur publik untuk mengampanyekan Indonesia bebas daging anjing.

Kampanye dan gerakan yang dilakukan DMFI di antaranya:

  • Memberikan edukasi tentang kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab
  • Menyediakan pengelolaan populasi anjing yang lebih manusiawi dan berkelanjutan, serta solusi membasmi rabies
  • Mendukung pemerintah dan memastikan bahwa Indonesia memenuhi janjinya untuk menghapus rabies di tahun 2020
  • Mendukung aparat penegak hukum setempat dengan keterampilan, sumber daya, dan pengetahuan, untuk memastikan adanya penegakkan hukum dan peraturan yang memadai.
Kompas TV Pemasukan negara dari sektor pariwisata terancam berkurang setelah muncul kasus konsumsi daging anjing di Bali.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X