Rajin "Selfie" Tak Selalu Berarti Narsis

Kompas.com - 28/07/2018, 18:38 WIB
Ilustrasi selfie. IstIlustrasi selfie.

KOMPAS.com - Melakukan swafoto alias selfie memang telah menjadi alat ekspresi universal. Demi mendapatkan foto yang unik, banyak orang rela melakukan selfie dengan gaya yang konyol, bahkan dilakukan di tempat berbahaya.

Meski selfie sering dikaitkan dengan perilaku narsis, namun berfoto sendiri ternyata juga punya manfaat positif. Itu menurut survei terbaru yang dilakukan produk kebugaran FitRated untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap citra diri penggunanya.

Survei diikuti oleh 1.000 orang Amerika yang dibagi dalam tiga kelompok, yaitu bukan pengguna media sosial, pengguna biasa, dan pengguna aktif.

Pengguna aktif media sosial ini menghabiskan minimal tiga jam waktu untuk menelusuri media sosial dan mengunggah foto selfie tiga atau lebih per bulan.

Pengguna biasa dalam sehari rata-rata menghabiskan satu sampai dua jam di media sosial dan mengunggah satu hingga dua foto selfi per bulan.

Hasil survei menunjukan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk media sosial, semakin kita fokus pada penampilan fisik. Kita juga cenderung membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, di lain pihak pengguna media sosial, baik pengguna biasa dan aktif, setuju jika mengunggah banyak foto selfie membuat harga diri mereka lebih tinggi.

Hal ini juga dibarengi oleh kepuasan yang lebih tinggi dengan penampilan diri keseluruhan mereka.

Dengan kata lain, selfie bisa berdampak possitif pada harga diri kita. Tapi, ini berlaku jika kita mengambil foto dan mempostingnya dnegan sikap yang benar.

Baca juga: Kurang Percaya Diri? Cobalah Olahraga Teratur...

" Selfie bisa menjadi aksi untuk memotivasi cinta pada diri dan penguat harga diri yang besar," kata juru bicara dari FitRated.

Namun, jika kita adalah tipe orang yang menempatkan penilaian dari orang dan teman lebih penting daripada diri sendiri, maka gemar berswafoto hanya berdampak negatif.

Jujurlah pada diri sendiri apa alasan kita selfie, apakah untuk membuat diri merasa lebih baik, untuk 'bersaing' dengan teman, atau untuk mengekspresikan perasaan bahagia pada waktu tertentu.

Bila kita hanya mengambil selfie hanya untuk mendapat pengakuan dari orang, sesungguhnya kita sedang merasa tidak aman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X