Kompas.com - 30/08/2018, 16:05 WIB

KOMPAS.com - Menurut riset, mengubah waktu makan bisa menjadi kunci untuk mengurangi lemak tubuh.

Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita.

Dalam penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu.

Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa.

Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal.

Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya.

Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap sebesar 57 persen dari peserta secara alami mengalami pengurangan porsi dalam konsumsi makanan mereka.

Hal ini terjadi karena dua hal, yaitu penurunan nafsu makan dan berkurangnya kebiasaan makan camilan sebagai efek pembatasan jam makan.

Setelah penelitian, periset memeriksa efek puasa intermiten ini secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca juga: Mengenal Diet Carb Backloading untuk Turunkan Berat Badan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.