Kompas.com - 29/11/2018, 11:00 WIB
Ilustrasi botol minuman. SHUTTERSTOCKIlustrasi botol minuman.

Yulia menyarankan untuk menggunakan sabun dan digosok dengan spons, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

"Ada bakteri yang tidak mati dengan air panas. Jadi tetap harus digosok dengan spons, lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan atau ditaruh di rak pengering," ujarnya.

Untuk botol susu bayi, menurut Yulia, ada perlakuan khusus, yaitu setelah dicuci harus disterilkan dulu.

"Jangan lupa sponsnya juga harus dikeringkan setelah dipakai. Bilas sampai sabunnya hilang, lalu peras dan keringkan. Jangan direndam dalam tempat sabun, sama saja kumannya akan berkembang biak," paparnya.

Pemilihan spons pencuci botol juga harus diperhatikan. Pilih yang memiliki daya penggosok cukup tetapi tidak sampai menggores permukaan botol.

Menurut Yulia, botol yang sudah tergores bisa jadi tempat perkembangbiakan kuman.

"Botol yang sudah banyak goresan atau ada sisa minuman, susu, di permukannya sebaiknya diganti baru," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.