Ingin Turun Berat Badan? Tak Cukup Hanya Jalan Kaki

Kompas.com - 12/12/2018, 20:07 WIB
.shutterstock .

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan kaki bagi sebagian orang dianggap sebagai olahraga yang efektif untuk membakar lemak tubuh.

Padahal, ketika kita mengalami kelebihan berat badan, olahraga jalan kaki saja sebetulnya belum cukup.

" Olahraga seperti jalan kaki saja kurang. Kalau dia tidak memfungsikan seluruh sendi dan ototnya."

Begitu kata Nutrisionis Jansen Ongko dalam acara peresmian fasilitas Cold-Pressed Juice dengan teknologi high pressure dari Re.Juve di Cikupa, Banten, Rabu (12/12/2018).

Jansen menambahkan, seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami sejumlah perubahan.

Mereka yang berusia di atas 30 tahun, misalnya, metabolismenya mulai melambat, fungsi organ menurun dan lainnya.

Baca juga: 12 Langkah demi Singkirkan Lemak di Paha

Sementara pada usia 20 tahunan, banyak orang masih memiliki metabolisme tubuh yang tinggi. Sehingga, mereka cenderung tidak lebih cepat gemuk.

Kondisi itu bisa dibandingkan dengan orang dengan usia di atas 30 tahun.

Ketika jalan kaki dianggap tidak cukup untuk menurunkan berat badan, lalu apa olahraga yang dianjurkan?

Jansen menyarankan, bagi mereka yang belum terbiasa berolahraga, bisa memulai olahraga ringan selama setidaknya 15 menit.

Tak perlu memilih olahraga yang berat, cukup lakukan bodyweight training.

"Sesuaikan juga dengan kemampuan tubuh, sendinya sakit tidak, kondisinya overweight tidak," tuturnya.

Setiap orang pada dasarnya mempunyai profil penyusunan program olahraga yang berbeda-beda.

Baca juga: Dilema Turunkan Berat Badan, yang Hilang Bukan Lemak tapi Otot

Sehingga, program yang cocok bagi satu orang belum tentu cocok dengan yang lainnya.

Namun, ketika kita merasa pola latihan yang dilakukan sudah terlalu mudah, cobalah untuk meningkatkannya.

Bisa melalui penambahan durasi atau menambah tingkat kesulitan.

Olahraga yang dilakukan juga tidak mesti pergi ke pusat kebugaran  dengan mengangkat dumbbell dan barbel, atau pun melakukan bodyweight training.

Kamu bisa memilih olahraga lain seperti senam kesehatan, aerobik, yoga, pilates, atau lainnya.

"Banyak cara untuk meningkatkan kualitas olahraga. Pastikan fisik kita siap," kata CEO Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) itu.



Close Ads X