Kompas.com - 08/02/2019, 10:17 WIB
Kain tenun merupakan salah satu produk khas dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tersedia di pasar, salah satunya di Pasar Alok, Jumat (17/1/2014). Selembar kain tenun rata-rata bisa dibawa pulang dengan merogoh uang hingga Rp 400.000. KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOKain tenun merupakan salah satu produk khas dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tersedia di pasar, salah satunya di Pasar Alok, Jumat (17/1/2014). Selembar kain tenun rata-rata bisa dibawa pulang dengan merogoh uang hingga Rp 400.000.

KOMPAS.com - Dalam upaya mengenalkan dan melestarikan Tenun Ikat Sikka, kain tradisional dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Yayasan Sahabat Cipta menyelenggarakan Tenun Ikat Sikka Auction and Marketplace 2019.

Acara yang digelar pada 15-17 Februari 2019 ini bertujuan untuk menguatkan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang berperan untuk menjaga kelesatarian tenun ini.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk berbagai kegiatan MPIG, seperti mendata penenun, menjaga mutu dan keaslian tenun, melakukan promosi dan pemasaran, membina anggota, dan melakukan rengerasi penenun.

Acara ini juga didukung oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM.

Terdaftarnya Tenun Ikat Sikka dalam Indikasi Geografis (IG) menjadi salah satu langkah penting yang diambil. Dengan memperoleh IG, Tenun Ikat Sikka menjadi tenun ikat pertama yang memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.

Sertifikat Indikasi Geografis yang diterbitkan oleh  Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM juga menjadi standar kualitas dan keaslian  dari hasil tenun yang diproduksi.

Hingga ini terdapat 74 produk yang mendapat sertifikat tersebut. Penelusuran setiap produk juga bisa dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Setiap kain ada datanya, termasuk siapa yang menenun kain itu” kata Direktur Eksekutif Sahabat Cipta Dollaris Riauaty Suhadi dalam konferensi pers di Jakarta (7/2/2019).

Baca juga: Menpar: Tenun Ikat NTT Terbaik di Indonesia

Acara ini akan dilaksanakan di Century Park Hotel dari pukul 09.00 hingga 20.00. Tidak hanya itu, akan ada 10 penenun yang hadir dari Sikka, mewakili kelompok dan karakteristik tenunnya.

“Jadi kita membawa budaya lokal ini ke Jakarta” tambahnya.

Selain pameran, juga diadakan lelang tiga tenun, yaitu Patan (Kain Tenun Ikat Sikka), Utan (Sarung Perempuan Tenun Ikat Sikka), dan Lipa (Sarung Laki-laki Tenun Ikat Sikka).

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 100 ribu untuk syal, Rp 300 ribu untuk aksesoris, dan 1 juta rupiah untuk kain tenun ikat. (Aldo Christian Sitanggang)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.