Kompas.com - 04/07/2019, 13:35 WIB

KOMPAS.coom - Busana tie-dye, yang sempat populer di era 1969 di kalangan kaum hippie, kini kembali menjadi tren.

Tak hanya sekadar menjadi item pokok untuk musim panas, pola abstrak semacam ini menjadi favorit para pecinta mode dan bintang-bintang papan atas, seperti Gigi Hadid, Lucy Hale, A$AP Rocky dan T-Pain.

Desain tie-dye yang cerah dan penuh warna pun kembali menghadirkan nostalgia di panggung peragaan busana musim ini.

Bahkan, merek kelas atas seperti Prada mulai memproduksi rancangan berkelas dengan bahan bermotif abstrak dan penuh warna ini.

Mulai dari topi hingga alas kaki yang fungky, para desainer pun mulai melirik bahan dengan teknik pewarnaan ikat celup ini sebagai material dasar.

Baca juga: Justin Bieber Tampil Trendi dengan Hoodie Tie Dye

Lalu, bagaimana asal muasal tye-dye hingga kembali menjadi tren fesyen masa kini?

Popularitas tie-dye memang meningkat di tahun 1969, tepatnya di Amerika Serikat selama era hippie.

Namun jauh sebelum itu, teknik pewarnaan kain semacam ini telah ada di hampir setiap budaya di dunia dengan versi berbeda-beda sejak lebih dari 6.00 tahun lalu, dan sangat populer di negara Asia seperti Jepang dan Indonesia.

Kemuncalan tie-dye di AS bermula sejak tahun 1920an dan masih eksis hingga saat ini dalam berbagai gaya dan bentuk. 

Di Jepang, teknik pewarnaan kain semacam ini disebut dengan "Shibori"  yang ada sejak 552 hingga 794 Masehi, yang dikenal dengan Zaman Nara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.