Orang Impulsif Lebih Gampang Tergoda Selingkuh

Kompas.com - 10/08/2019, 17:37 WIB
Ilustrasi selingkuh paolo81Ilustrasi selingkuh

KOMPAS.com - Selingkuh bukanlah sesuatu yang dibenarkan dalam sebuah hubungan. Ketika salah seorang selingkuh, hubungan akan menjadi bermasalah.

Lantas, mengapa seseorang bisa selingkuh?

Dari sebuah studi terungkap, orang-orang dengan jumlah pasangan seksual masa lalu yang banyak, atau punya kecenderungan impulsif, cenderung untuk selingkuh.

Dalam temuan yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology, orang yang impulsif dapat berselingkuh karena mereka tidak mengambil jeda untuk mempertimbangkan situasi. Mereka bertindak berdasarkan pikiran dan emosi langsung mereka. Istilahnya, tak berpikir panjang. 

Selain itu, mereka yang memiliki lebih banyak pasangan seksual di masa lalu juga cenderung tidak setia karena dianggap memiliki "keterampilan" tertentu dalam mendapatkan pasangan.

Peserta yang memiliki pengalamam berhubungan seks dengan banyak pasangan juga mengaku memiliki extradyadic sex, keinginan menggali sejauh mana keterampilan dalam hubungan seks.

Namun, alasan utama untuk berselingkuh adalah perasaan tak lagi terhubung dengan pasangan dan kepuasan hubungan yang rendah.

Terlepas dari masalah yang berasal dari kepuasan dan kecocokan hubungan, penelitian ini juga menemukan, pria lebih mungkin untuk melakukan hubungan seks jika selingkuh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X