Bukan Hal Mistis, Ini Asal-Usul Suara Aneh Saat Mendaki Gunung

Kompas.com - 24/08/2019, 15:05 WIB
Seorang wisatawan memotret Gunung Rinjani, di Desa Sembalun  Kabupaten Lombok Timur. Sabtu (15/6/2019) sejumlah wisatawan telah mulai mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun. Balai Taman Nasional Gunung Rinjanin (BTNGR) NTB, telah membuka kembali ijin pendakian pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Agustus 2018 silam. Fitri RachmawatiSeorang wisatawan memotret Gunung Rinjani, di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Sabtu (15/6/2019) sejumlah wisatawan telah mulai mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun. Balai Taman Nasional Gunung Rinjanin (BTNGR) NTB, telah membuka kembali ijin pendakian pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Agustus 2018 silam.

KOMPAS.com - Mendaki gunung memang kegiatan yang penuh dengan risiko. Selain medan yang terjal, kita juga tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di alam.

Saat mendaki pun terkadang kita mendengar suara-suara aneh yang membuat bulu kuduk merinding.

Suara-suara aneh tersebut sering dikaitkan dengan peristiwa pendaki yang tersesat atau kecelakaan.

Memang, setiap gunung memiliki sisi mistis tersendiri. Namun, suara-suara aneh yang kita dengar saat mendaki belum tentu terkait dengan hal menyeramkan itu. Kejadian ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dr Hermann Burgger, pimpinan Institute of Mountain Emergency Medicine di Eurac Research Italy, mengungkap atmosfer dan ketinggian gunung dapat membuat orang-orang mengalami fase ‘gila’ sesaat.

Baca juga: Cerita Adinda Thomas, Alami Halusinasi Saat Mendaki Gunung...

Semakin tinggi posisinya di gunung, para pendaki akan semakin mudah menangkap suara-suara misterius, yang entah berasal dari mana.

Hal ini disebabkan karena pendaki mengalami psikosis, alias gangguan mental yang membuat seseorang sulit membedakan mana kenyataan dan mana halusinasi.

Orang yang mengalami psikosis cenderung tidak sadar dengan apa yang terjadi pada diri mereka saat itu.

Selain efek psikosis, para ahli meyakini suara-suara misterius saat naik gunung juga berhubungan dengan penyakit ketinggian alias altitude sickness.

Penyakit ketinggian adalah kondisi yang biasa menyerang pendaki gunung pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Melepas Stres dengan Mendaki Gunung

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X