"Kode-Kode" Tersembunyi Ratu Inggris Lewat Pakaian dan Aksesori

Kompas.com - 07/10/2019, 13:16 WIB
Ratu Elizabeth II dengan pakaian berbagau warna. IstimewaRatu Elizabeth II dengan pakaian berbagau warna.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Ratu Elizabeth II dikenal dengan sikap yang cenderung menutup pandangan politiknya, termasuk mengenai Brexit dan pemimpin dunia lainnya.

Namun, bukan berarti ia tidak memberikan sinyal halus soal keberpihakannya. Rupanya ratu Inggris itu menyampaikan pandangan secara tersirat lewat pilihan fesyennya. 

Jurnalis London, Sali Hughes pernah menuliskan dalam bukunya "Our Rainbow Queen: A Tribute To Queen Elizabeth II and Her Colorful Wardrobe", bahwa apa yang tidak bisa disampaikan oleh ratu lewat kata-kata akan disampaikannya secara tersembunyi lewat pakaian.

Kostum Ratu Elizabeth yang mirip bendera Uni Eropanyp Kostum Ratu Elizabeth yang mirip bendera Uni Eropa
Misalnya, ketika ia mengenakan pakaian dengan warna biru dan kuning pada pembukaan British Parliament setelah kontroversi referendum Brexit di 2016.

Biru dan kuning merupakan warna bendera Uni Eropa. Pakaian yang dikenakan ratu bisa jadi merupakan simbol ketidaksetujuan terhadap Brexit.

"Ada bunga-bunga kuning yang melingkar pada pinggiran topinya. Kurasa itu mengacu pada bendera Uni Eropa," katanya.

Ratu juga cenderung menunjukkan sikapnya dengan detail fesyen lainnya, misalnya aksesori. Salah satunya pada Juli 2018, ketika ia menghadiri pertemuan dengan Donald dan Melania Trump di Windsor Castle pertama kalinya setelah Donald terpilih.

Pada kesempatan tersebut ratu mengenakan aksesori seukuran bros pada dada kirinya. Aksesori tersebut merupakan hadiah dari Barack dan Michelle Obama.

Ratu Elizabeth saat bertemu Donald Trumpnyp Ratu Elizabeth saat bertemu Donald Trump
Ratu yang sudah berusia 93 tahun itu pada kesempatan lainnya juga menggunakan tudung sutra untuk menutupi kepalanya sebagai rasa hormat terhadap budaya dari Pangeran Abdullah dari Arab Saudi.

Namun, di kesempatan yang sama ratu menunjukkan posisi kekuasaannya dengan menyetiri pangeran dengan Land Rovernya.

"Pangeran tampak malu karena duduk di sebelah seorang pengemudi perempuan untuk pertama kali dalam hidupnya," tulis Hughes.

Hughes mengakui bahwa tanda-tanda tersebut bisa saja merupakan sesuatu yang tidak disengaja. Namun pihak kerajaan tak pernah membenarkan atau menyangkalnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber NYPost
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X