Bahaya Mabuk Lem yang Bisa Bikin Koma

Kompas.com - 01/11/2019, 05:05 WIB
Ilustrasi mabuk shutterstockIlustrasi mabuk
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Beberapa hari terakhir banyak orang membicarakan soal lem. Nah rupanya merek lem yang ramai dibicarakan ini dulu juga dikenal sering disalahgunakan orang untuk mabuk.

Kasus mabuk karena kecanduan ngelem yang banyak dilakukan anak jalanan pada umumnya punya efek yang sangat berbahaya. Apa saja efeknya?

Ngelem adalah sebuah cara yang dilakukan dengan menghirup aroma lem untuk mendapatkan sensasi mabuk.

Aktivitas mabuk lem umumnya digunakan remaja atau anak-anak sebagai alternatif agar mabuk kepayang, namun dengan bahan yang harganya lebih murah dibanding harus beli obat terlarang atau bahkan ganja.

Mabuk lem umumnya berbahaya, namun tidak fatal. Meski begitu kemungkinan risiko kerusakan otak dan masalah pernapasan yang parah bisa terjadi. Berikut ini beberapa risiko dan bahaya menghirup lem:

1. Gagal pernapasan akut

Gagal pernapasan akut adalah kondisi yang kemungkinan bisa fatal akibat ngelem. Ini adalah kondisi yang terjadi ketika zat yang dihirup dalam lem merusak kemampuan untuk bernapas.

Menghirup lem berbahan kimia secara langsung juga dapat memengaruhi paru-paru. Ini mencegah jumlah oksigen yang cukup untuk menjangkau seluruh tubuh. Dalam kasus yang serius, kegagalan pernapasan kronis akibat mabuk lem dapat menyebabkan koma.

2. Kerusakan otak

Menghirup lem yang umumnya mengandung zat toluena dan naftalena dapat merusak selubung mielin. Mielin adalah lapisan tipis di sekitar serabut saraf otak dan sistem saraf.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X