Tidur Nyaman di Hotel Kapsul Kekinian

Kompas.com - 22/11/2019, 08:00 WIB
Ruangan tidur di hotel kapsul Bobobox cabang Kebayoran Baru Jakarta. Devi RahmadhaniRuangan tidur di hotel kapsul Bobobox cabang Kebayoran Baru Jakarta.

KOMPAS.com – Hotel kapsul merupakan alternatif pilihan akomodasi murah bagi para pelancong yang pergi sendirian. Dalam dua tahun terakhir, bermunculan hotel kapsul di Indonesia. Fasilitasnya pun semakin lengkap dan menjanjikan kenyamanan.

Hotel yang sudah populer di Jepang sejak awal tahun 1980-an ini pada awalnya hanya berupa ruangan sempit yang hanya muat untuk tidur dan duduk. Hotel ini memang hanya untuk tidur beristirahat, terutama para pekerja yang kemalaman untuk pulang.

Kini hotel kapsul tampil dengan konsep berbeda. Selain desain yang lebih futuristik dan terhubung dengan aplikasi ponsel, banyak operator yang menawarkan kenyamanan lebih, misalnya luas ruangan yang agak besar.

Salah satu operator hotel kapsul, Bobobox, menawarkan beragam tipe ruangan dan ruangan yang luas sehingga tamu masih bisa berdiri dan melakukan beragam aktifitas tanpa takut kesempitan.

CEO Bobobox, Indra Gunawan, mengatakan, kelebihan utama dari hotel kapsul adalah lokasi dan harga terjangkau.

“Lokasi yang prime, pengalaman terstandarisasi, dan harga yang terjangkau adalah tiga hal yang diinginkan setiap traveler, tetapi hampir mustahil ditemukan dalam satu akomodasi. Bobobox berhasil membawa ketiganya,” ujar Indra Gunawan di Bobobox Kebayoran Baru Jakarta (21/11).

Baca juga: Sejarah Hotel Kapsul, Berawal dari Jepang, Kini Ada di Indonesia

Kamar-kamar modular di hotel kapsul Bobobox Jakarta Selatan.Devi Rahmadhani Kamar-kamar modular di hotel kapsul Bobobox Jakarta Selatan.

Selain itu, Bobobox juga memanfaatkan teknologi di smartphone untuk kenyamanan tamu.

“Semua pemesanan bisa dilakukan lewat aplikasi. Demikian juga untuk check in dan check out. Lebih efisien, transaksi pun 90 persen non tunai,” kata Indra.

Tamu yang akan menginap juga bisa memiliki kamar sesuai keinginan, misalnya tipe kamar single bed atau double bed, letak kamar, hingga memilih kamar dengan fasilitas meja kerja, yang biasanya tidak ditemui di hotel kapsul lainnya.

Kecanggihan lainnya adalah tamu bisa memilih warna lampu sesuai keinginan dan juga musik pengantar tidur.

Kiri: Antonius Bong, Presiden Bobobox dan Indra Gunawan, CEO Bobobox.Devi Rahmadhani Kiri: Antonius Bong, Presiden Bobobox dan Indra Gunawan, CEO Bobobox.

Startup akomodasi yang mengawali bisnisnya di Bandung tahun 2017 ini, baru saja melakukan ekspansi dengan membuka dua cabang di Jakarta, yaitu Pancoran dan Kebayoran Baru.

“Secara bisnis, pasar di Jakarta jauh lebih besar daripada Bandung dan tingkat mobilitas mereka pun juga sangat tinggi. Ini menjadikan Jakarta pilihan yang tepat bagi ekspansi pertama kami,” jelas Antonius Bong, Presiden Bobobox.

Tak hanya Bandung dan Jakarta, Bobobox siap untuk melanjutkan ekspansinya di Indonesia. Dengan jumlah total 326 kamar (‘pod’) di Jakarta dan Bandung, Bobobox siap melanjutkan ekspansi ke beberapa kota besar, seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali, di 2020. (Devi Ari Rahmadhani)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X