Bagaimana Kelelahan Kerja Sebabkan Gangguan Jantung

Kompas.com - 15/01/2020, 11:27 WIB
Ilustrasi kelelahan shutterstockIlustrasi kelelahan

KOMPAS.com - Tumpukan pekerjaan memang tak ada habisnya. Walau kita ingin segera menyelesaikannya, tapi jika rasa lelah sudah menghampiri sebaiknya beristirahatlah demi kesehatan jantung.

Istilah " burnout" atau kelelahan bekerja belakangan semakin mengemuka. Terutama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei 2019 menyebutnya sebagai salah satu kondisi stres kronis.

Tidak hanya dianggap sebagai gangguan, sebuah studi bahkan menemukan burnout bisa mengarah pada kondisi jantung yang kritis dan mungkin mematikan.

Para peneliti melakukan survei terhadap 11.000 individu untuk mendalami fenomena burnout ini. Mereka kemudian meneliti perkembangan kondisi atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung responden selama 25 tahun.

Mereka yang memiliki rasio burnout tinggi juga memiliki risiko perkembangan atrial fibrilasi yang tinggi.

Menurut penemuan yang dipublikasikan melalui European Journal of Preventive Cardiology itu, atrial fibrilasi menyebabkan denyut jantung yang lebih cepat yang tidak menentu dan bisa menyebabkan stroke, penggumpalan darah dan komplikasi lainnya yang bisa berujung kematian.

Baca juga: 5 Tips Mengurangi Stres Kerja di Tahun 2020

Penulis studi, Parveen K. Garg dari University of Southern California di Los Angeles melalui siaran persnya menjelaskan, kelelahan vital atau sindrom burnout biasanya disebabkan oleh stres kronik atau berat di tempat kerja atau rumah.

" Burnout berbeda dari depresi, yang ditandai dengan suasana hati yang murung, rasa bersalah dan kepercayaan diri rendah," katanya.

Meskipun konsep dan ketidaknyamanan burnout sudah cukup diketahui, tetapi bahayanya makin tervalidasi setelah WHO menetapkan sindrom burnout sebagai diagnosa medis resmi.

Lebih lanjut, riset tersebut membawa lebih banyak bukti bahwa burnout lebih dari sekadar keadaan kurang bertenaga, namun sebuah ketimpangan fisik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber NYPost
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X