Kompas.com - 03/02/2020, 13:45 WIB

"Saya menemukan informasi tentang mengumpulkan pasta gigi, dan saya berpikir, 'hei, saya ingin sekali mengumpulkan pasta gigi,' karena itu jauh lebih menarik," kata dia.

Torehan terbaru ini bukan kali pertama bagi Kolapakov. Dia pertama kali dianugerahi rekor serupa pada tahun 2012.

Di kala itu, koleksi sudah mencapai 2.037 tube berbeda. Namun kini, jumlah tersebut telah bertambah lebih dari 1.000 tube.

"Kami mencoba mengubah kantor kami menjadi semacam museum gigi," kata dia.

Baca juga: Warga Kampung Pecahkan Rekor Dunia, Bikin Salad Buah Seberat 10,3 Ton

"Semua pasien saya, mereka sangat senang ketika saya menunjukkan beberapa rasa pasta gigi yang tidak biasa, yang saya miliki."

"Dan lalu, jika mereka bepergian ke negara-negara tertentu, mereka membawa saya pasta gigi dari sana sebagai oleh-oleh," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Sumber UPI
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.