Pentingnya Investasi Kesehatan Ibu demi Bayinya

Kompas.com - 15/02/2020, 17:57 WIB
Ilustrasi hamil anak kembar ShutterstockIlustrasi hamil anak kembar

KOMPAS.com - Riset Watson Global Medical Tend survey mengungkapkan bahwa biaya kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 79 persen dari 2010 ke 2014.

Oleh karena itu, selain keuangan, investasi kesehatan juga diperlukan. Ini bisa dimulai dari ibu hamil demi melahirkan generasi yang sehat. Investasi jenis ini sangat menguntungkan karena berlaku seumur hidup, bahkan dapat memberi manfaat dari generasi ke generasi.

Menurut perencana keuangan Erlina Juwita, MM, CFC, QWP, ibu merupakan investor utama generasi sehat. Jika ibu memiliki status gizi dan kesehatan yang prima, tentu akan melahirkan generasi yang sehat dan memiliki potensi optimal di masa depan.

Baca juga: Soal Stunting, AIMI Sebut Pembagian Asupan Tambahan Tidak Efektif

“Ibu berperan membentuk generasi yang berkualitas” ujar Erlina saat ditemui pada acara yang diselenggarakan oleh Grid Health dan Danone, Jumat (14/2/2020).

Hasil Riset Kesehatan tahun 2018 mencatat bahwa sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia. Hal ini berpotensi lahirnya anak stunting dan terulang pada generasi selanjutnya.

Stunting merupakan kondisi ketika seorang anak berukuran lebih pendek daripada anak-anak seusianya karena gizi pada 1.000 hari pertamanya tidak cukup dan optimal.

Anak yang stunting akan mudah terserang penyakit dan menurunkan tingkat kecerdasannya.

Erlina mengatakan, semakin dini investasi kesehatan dilakukan, maka hasil yang diperoleh juga akan maksimal sehingga dapat mencapai tujuan keuangan dan kemakmuran.

Caranya, dengan menjaga asupan nutrisi saat hamil maupun saat menyusui sehingga anak menjadi sehat dan kuat.

Selain itu, memenuhi 1.000 hari pertama pada anak, yaitu periode masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

Baca juga: Pentingnya Konsumsi Telur bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Manfaat yang diperoleh dari investasi kesehatan sejak dini bagi ibu adalah anak akan mengerti makanan mana yang sehat ketika tumbuh besar, sehingga dia akan menjalani pola hidup sehat.

Erlina juga membagikan tips-tips mengelola keuangan dan investasi makanan sehat serta bernutrisi untuk mencegah stunting:

1. Mulai makan sehat, itu lebih hemat
2. Memasak sendiri, bukan makan di luar
3. Membawa bekal dan menghindari jajan
4. Memprioritaskan kebutuhan dan kemampuan, bukan keinginan
5. Stay on budget, belanja dengan pintar dan bijak
6. Belanja hemat sekaligus satu bulan
7. Mencatat pemasukan, kebutuhan, dan pengeluaran

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X