Kompas.com - 22/02/2020, 12:30 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Tidak hanya menjadi inspirasi mode dan relasi bagi banyak orang, sebentar lagi sosok Kate Middleton sepertinya juga akan menjadi inspirasi dalam hal persalinan.

Pada sebuah episode terbaru podcast "Happy Mum, Happy Baby", The Duchess of Cambridge menjelaskan kepada pembawa acara Giovanna Fletcher tentang masa kehamilannya.

Dibandingkan dengan momen-momen kehamilan yang diwarnai rasa mual pada pagi hari, Kate lebih menyukai momen persalinan.

Hal itu sebagian besar disebabkan oleh teknik hypnobirthing yang dipilihnya.

Baca juga: Hamil 9 Bulan, Karina Salim Ikut Kelas Hypnobirthing

Menurut Mayo Clinic, hypnobirthing merupakan persalinan yang melibatkan penggunaan self-hypnosis atau hipnosis terhadap diri sendiri, serta teknik relaksasi.

Teknik relaksasi diperlukan untuk mempersiapkan diri serta mengurangi rasa takut, cemas, dan sakit selama persalinan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Aku tidak meminta (ke Pangeran William) untuk itu, itu hanya sesuatu yang ingin kulakukan untuk diriku sendiri," kata Middleton.

Kate mengaku benar-benar merasakan kekuatannya lewat meditasi dan pernapasan dalam, yang diajarkan agar dilakukan ketika rasa sakit datang selama persalinan.

"Aku menyadari bahwa sebenarnya ini adalah sesuatu yang bisa aku kendalikan selama persalinan," ungkap dia.

Middleton dan banyak perempuan lain mungkin memiliki pengalaman positif dalam menjalani hypnobirthing.

Namun, seorang ahli kesehatan perempuan mengatakan kepada Insider tentang bagaimana metode yang diajarkan sangat penting dan sangat bervariasi.

Bagi seseorang, memiliki harapan yang terlalu kaku tentang bagaimana proses persalinan bisa menjadi bumerang.

Apa pun yang meningkatkan kesadaran dapat meningkatkan pengalaman melahirkan.

Nah, hypnobirthing relatif tidak dipahami, dan apa yang dilakukan penelitian itu beragam.

Baca juga: Hypnobirthing, Rahasia Kelancaran Persalinan Kate Middleton

Selain itu, praktik ini pun relatif sulit dipelajari.

Sebab, cara pengajarannya dapat sangat bervariasi, meskipun biasanya melibatkan musik, visualisasi, pemikiran positif, serta kata-kata untuk merilekskan tubuh dan mengendalikan sensasi selama persalinan.

Bidan bersertifikat dan asisten profesor klinis di Fakultas Keperawatan Universitas Michigan, Lee Roosevelt, menjelaskan, hypnobirthing bisa bermanfaat jika bisa membantu mengurangi stres dan ketegangan.

Sebab, jika seseorang bisa masuk ke keadaan yang lebih santai dan penuh kesadaran, situasi itu akan membantu menekan kortisol dan memungkinkan oksitosin mengalir lebih bebas.

Hal itu diungkapkan Roosevelt merujuk pada hormon yang dapat mendorong kontraksi selama persalinan.

"Kami memiliki banyak penelitian yang menunjukkan manfaat kesehatan dari latihan mindfulness. Ini juga berlaku untuk persalinan." kata dia.

Namun, bagi sebagian orang, hypnobirthing bisa terasa membatasi dan akhirnya membuat persalinan semakin stres.

Di sisi lain, Roosevelt mengatakan, harapan perempuan tentang akan seperti apa hypnobirthing, itu bisa membuat mereka merasa gagal jika harapan tidak terpenuhi, dan bahkan bisa menimbulkan stres.

Baca juga: Tantri KotaK Beri Saran Chua untuk Ikut Hypnobirthing

Sebab, hypnobirthing mengukur kesuksesan teknik berdasarkan gagasan bahwa hipnosis akan menciptakan kelahiran yang "tidak menyakitkan", dan itu bukan kenyataan bagi kebanyakan orang.

Selain itu, jika perempuan meyakini hypnobirthing membuat mereka harus tetap diam, mereka mungkin menjadi stres karena seharusnya mereka membuat suara.

"Bagi banyak orang, penggunaan suara dan kebisingan bisa menenangkan dan produktif untuk kelahiran," kata Roosevelt.

Sebelum memilih teknik itu, Roosevelt menyarankan agar para perempuan berkonsultasi dengan guru hypnobirthing.

Diharapkan, guru tersebut bisa membawa komponen kesadaran ketika persalinan, sambil tetap mensyukuri adanya banyak hal baik dalam proses persalinan, termasuk mengeluarkan banyak suara.

"Beberapa orang berteriak ketika bayi keluar, sebagian lagi mengembuskan napas," kata dia.

Kemudian, katanya, calon ibu dapat memilih apa yang ingin mereka ambil, sesuatu yang harus mereka bebas ubah selama persalinan.

"Kelahiran adalah proses berulang dan terbentang dengan cara yang sering tidak dapat kita prediksi," ujar dia.

"Tujuan kita haruslah kebahagiaan dan kegembiraan dalam prosesnya," kata Roosevelt.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X