Kapan Waktu Terbaik Memperkenalkan Anak dengan Dokter Gigi?

Kompas.com - 27/02/2020, 07:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergi ke dokter gigi mungkin menjadi salah satu momok bagi banyak anak. Padahal, rutin memeriksakan gigi sejak kecil merupakan syarat bagi kesehatan gigi yang baik.

Sebetulnya orangtua bisa membangun kebiasaan pergi ke dokter gigi pada anak sejak dini. Bangunlah kebiasaan yang menyenangkan sehingga anak tidak takut untuk memeriksakan giginya.

Lalu, kapan sebaiknya orangtua mulai memperkenalkan dokter gigi kepada anak?

Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak di Indo Dental Center, Yulia Elvina menyebutkan, anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) bahwa anak sudah bisa diajak memeriksakan gigi ke dokter enam bulan setelah tumbuh gigi.

Sementara gigi anam sendiri pada umumnya tumbuh ketika menginjak usia 6 bulan.

"Jadi sekitar usia 1 tahun sudah bisa mulai diajak ke dokter gigi," kata Yulia di Indo Dental Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Awas, Kebiasaan Buruk Bisa Bikin Gigi Anak Tonggos

Yulia menyebutkan, beberapa hal yang membuat anak takut adalah akan rasa sakit. Misalnya, anak takut disuntik atau dicabut gigi ketika datang ke dokter gigi.

Ketakutan semacam ini bisa dihindari dengan memperkenalkan anak sejak dini dengan dokter gigi. Berikan anak pengalaman yang menyenangkan bersama dokter gigi sehingga anak tidak lagi merasa takut.

"Jadi ceritakan hal yang membuat mereka nyaman, 'oh nanti ketemu dokter giginya, giginya dibersihkan' dan segala macam," ucap Yulia.

Selain itu, memberi hadiah juga bisa dijadikan motivasi agar anak mau pergi ke dokter gigi. Namun, ingatlah untuk tidak memberikan hadiah yang justru berpotensi semakin merusak gigi.

"Jangan kasih reward berupa makanan-makanan manis. Bisa kasih hadiah sesuatu yang mereka suka," kata dia.

Menunda pergi ke dokter gigi akan berisiko membuat masalah gigi anak semakin parah.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Tanda Gigi Berlubang pada Anak

Gigi tidak rapi

Yulia menambahkan, masalah gigi yang umum dialami anak saat ini lebih kepada masalah gigi berjejal dan tidak rapi.

Jika dibiarkan berlarut kondisi tersebut bisa menimbulkan masalah kesehatan gigi lainnya, termasuk gigi berlubang.

" Gigi anak saat ini lumayan cepat (tumbuh) banyak. Ini karena perbedaan jenis makanan anak zaman dulu dan sekarang. Itu memengaruhi kondisi rahangnya juga," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X