Kompas.com - 27/02/2020, 21:00 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Sindrom baby blues atau masalah gangguan emosional pada ibu yang baru melahirkan bisa menjadi lebih parah ketika menjelma menjadi postpastum depression.

Memang, baby blues dan depresi pasca melahirkan terkadang memang sulit dibedakan, namun ternyata keduanya tak sama.

Praktisi psikologi dan juga terapis Nuzulia Rahma Tristinarum menuturkan, baby blues akan membuat ibu sering merasa sedih, menangis, sering cemas, dan lebih sensitif.

Baca juga: Mengenal Baby Blues, Sindrom yang Diduga Picu Ibu Bunuh Bayi Sendiri

Namun, kondisi tersebut biasanya hanya terjadi sesaat, kira-kira sekitar 3-6 hari. Paling lama, baby blues bisa berlangsung selama dua minggu.

“Ini adalah bentuk depresi pasca-kelahiran yang paling ringan,” kata Lia -demikian dia biasa disapa.

Jika tanda-tanda baby blues masih terjadi pada ibu selama lebih dari dua minggu, atau bahkan satu bulan, maka perlu diwaspadai kemungkinan kondisi itu menjadi depresi pasca-melahirkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tips Irgi Fahrezi, Antisipasi Momen Baby Blues Sang Istri

"Kalau sudah lebih dari dua minggu bukan lagi baby blues. Atau paling tidak kalau sudah lewat sebulan bisa disebut postpartum depression. Bisa terjadi bertahun-tahun," kata Lia lagi.

Depresi pada ibu pasca-melahiran bisa dari yang ringan hingga berat. Adapun penyebab depresi pasca-kelahiran bisa terjadi akibat kombinasi masalah fisik, psikologis, dan psikososial.

Gejala postpastum depression

Gejala yang muncul melebihi kondisi baby blues, yaitu seorang ibu akan mulai mudah tersinggung, kehilangan nafsu makan, dan sering menangis.

Dia juga kerap kehilangan minat terhadap diri sendiri dan bayi, bicara sendiri, bahkan sampai muncul pikiran untuk melukai bayi dan diri sendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.