Kompas.com - 04/03/2020, 18:41 WIB
Siswa SD Islam Internasional Al-Abidin Solo memakai masker saat aksi peduli kesehatan bertajuk Waspada Virus Corona di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020). Aksi tersebut diisi dengan sosialisasi hidup sehat dan ajakan mendukung Warga China yang sedang menghadapi wabah Virus Corona untuk semangat. ANTARA FOTO/MAULANA SURYASiswa SD Islam Internasional Al-Abidin Solo memakai masker saat aksi peduli kesehatan bertajuk Waspada Virus Corona di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020). Aksi tersebut diisi dengan sosialisasi hidup sehat dan ajakan mendukung Warga China yang sedang menghadapi wabah Virus Corona untuk semangat.

KOMPAS.com - Sudah lebih dari sebulan sejak WHO mendeklarasikan virus corona sebagai darurat kesehatan masyarakat yang jadi perhatian internasional.

Sejauh ini sudah lebih dari 90.000 kasus virus corona dilaporkan di seluruh dunia dan ada lebih dari 3.100 kematian.

Ilmuwan dan otoritas kesehatan masih berupaya menghentikan penyebaran virus. Bagi masyarakat sulit untuk tidak penasaran apa yang terjadi selanjutnya. Kapan dan bagaimana virus corona akan berakhir?

 

Ada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, namun kita bisa menebak perjalanan penyakit ini dengan melihat gambaran mengenai tiga wabah besar yang terjadi sebelum virus corona.

Ebola

Para ilmuwan seringkali menghentikan wabah infeksi dengan vaksin dan antivirus. Itulah yang terjadi pada tahun 2014 ketika wabah virus ebola di Afrika Barat berakhir setelah "ketegangan" akibat wabah ini terganggu. WHO menyatakan wabah ebola selesai pada Maret 2016.

Wabah ebola berakhir setelah "tanggapan internasional yang terkoordinasi," kata Dr. Peter Hotez, dekan di National School of Tropical Medicine di Baylor College of Medicine.

Baca juga: Masyarakat Diminta Tak Panic Buying akibat Wabah Virus Corona

Ketika wabah lain muncul lagi pada 2018, dua pengobatan yang dikembangkan dari wabah pertama diberikan kepada seluruh pasien di Republik Demokratik Kongo. Hasilnya pun wabah bisa dicegah tidak meluas.

Menurut Hotez, hal serupa bisa berlaku untuk virus corona.

Lebih dari 20 vaksin virus corona sedang dalam pengembangan, menurut Tedros Adhanom Ghebrevesus, direktur jenderal WHO. Uji klinis pertama dari obat antivirus sedang berlangsung.

Meski pun Hotez termasuk di antara tim yang sedang mengerjakan vaksin, tapi dia mengaku tidak optimis vaksin akan segera hadir. Pertama, vaksin harus masuk ke uji klinis, kemudian disetujui.

Setelah itu vaksin harus melalui periode pengawasan dalam pengujian keamanan vaksin. Jalannya masih panjang, sehingga tidak mungkin satu vaksin tersedia tepat waktu saat wabah ini berada di puncak.

Baca juga: Pembuatan Vaksin atau Obat Covid-19, Mana yang Akan Selesai Duluan?

SARS

Wabah SARS berakhir pada Juli 2003 berkat praktik kebersihan yang baik seperti sering mencuci tangan dan faktor lingkungan seperti suhu tinggi dan kelembapan pada musim panas. Demikian menurut penjelasan John Nicholls, profesor klinis patologi di University of Hong Kong.

SARS adalah jenis virus corona lain yang menginfeksi lebih dari 8.000 orang pada tahun 2003. Pada Mei tahun itu, virus tersebut hilang, kata Dr. Howard Markel, direktur Center for the History of Medicine di University of Michigan.

Bagaimana wabah "hilang"? Terkadang, kata Markel, itu karena cuaca berubah dan banyak orang telah terinfeksi dan akhirnya menjadi kebal.

"Jika saya harus memprediksi, saya akan mengatakan sangat mungkin pada bulan Mei, Juni atau Juli corona akan musnah," kata Markel.

Tapi tidak berarti virus corona akan hilang selamanya.

Baca juga: Mengenal Hubungan SARS-CoV-2 dan Covid-19 Kaitannya Virus Corona, Berikut Penjelasannya..

H1N1

Wabah dapat berubah layaknya musim. Flu H1N1 yang menyebabkan pandemi pada tahun 2009 kini telah menjadi virus musiman.

Virus flu musiman dapat dilihat sepanjang tahun, tetapi di belahan utara bumi, kasus ini cenderung memuncak di musim dingin dan reda ketika musim panas, kata Hotez.

Tidak ada pemahaman yang jelas mengapa di belahan bumi utara hal itu terjadi, tetapi tingkat kelembapan dan masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan bisa jadi alasannya.

Virus corona juga akan hilang tapi sesekali muncul kembali. Tapi menurut Hortez tidak ada bukti atau waktu untuk membuat prediksi yang baik.

Baca juga: Setelah Virus Corona China Diserang Flu Burung, Seperti apa Bahayanya?

Wabah virus corona mengingatkan kembali pelajaran yang diperoleh dari wabah sebelumnya. Ada ketegangan pada awalnya, tetapi otoritas kesehatan akan bekerja sama dan ilmuwan mempelajari bagaimana patogen ini bekerja dan menular pada orang yang rentan.

Hasil paling umum dari sebuah wabah adalah amnesia global. Virus itu reda dan masyarakat kembali ke kehidupan reguler mereka, tanpa memikirkan wabah tersebut.

Namun itu bisa menjadi masalah. Setiap orang seharusnya tetap waspada.

"Pelajarannya adalah kita hidup di era baru penyakit menular, dan patogen itu sesekali muncul. Kita harus tetap bersiap," katanya.




Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X