Kompas.com - 03/04/2020, 14:52 WIB
James Campbell saat melakukan lari maraton di belakang rumahnya. REPRO BIDIK LAYAR VIA Vinco Sport Ltd James Campbell saat melakukan lari maraton di belakang rumahnya.

KOMPAS.com - James Campbell, seorang pria di Inggris terbukti mampu menegakkan aturan social distancing di negeri itu, dan tetap berolahraga dengan aman.

Pria 32 tahun itu memang memiliki kegemaran melakukan olahraga lari, namun wabah virus corona yang menjelma menjadi pandemi global, memaksanya berdiam diri di rumah.

Kendati demikian, "kurungan" itu ternyata tak mampu membendung hasratnya untuk tetap berlari.

Sama halnya dengan seorang pria di Perancis yang melakukan lari maraton di balkon apartemen, Campbell pun melakukan hal yang mirip.

Baca juga: Lockdown di Perancis, Pria Ini Lari Maraton 6 Jam di Balkon 7 Meter

Dia melakukan lari sejauh 42,195 kilometer tersebut, "hanya" di pekarangan belakang rumahnya.

Tak hanya sekadar berlari dan melepas rindu terhadap hobinya, Campbell pun menggagas aksi penggalangan dana untuk dinas Layanan Kesehatan Nasional dalam melawan pandemi ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ide ini muncul ketika Campbell mengaku sudah merasa gila terus-menerus berdiam di rumah, di Cheltenham, Inggris. Padahal, dia baru melewati hari dalam isolasi selama satu minggu.

Di masa itulah dia berselancar di Twitter dan mencari tahu apakah ada yang tertarik jika dia melakukan lari maraton di halaman belakang rumahnya yang kecil.

Baca juga: Isolasi Diri, Bela Hadid Berpose Cantik Pakai Mantel Tanpa Underwear

"Aku lalu membereskan beberapa hal dan berpikir 'apa ide paling bodoh yang bisa kubuat sendiri?'," cetus dia. 

"Saya melihat kebun di belakang, dan berpikir untuk berlari maraton di sana," kata Campbell seperti dikutip dari SportBible.

Tweet Campbell pun menjadi viral, dia menerima perhatian, bahka dari beberapa atlet profesional dan selebritas.

Akhirnya, Campbell merampungkan aksinya pada hari Rabu kemarin, dua hari sejak dia mengunggah kicauan pertama di Twitter.

Dia memperkirakan, dibutuh sekitar 7.000 putaran di kebunnya untuk mencapai jarak 42,195 kilometer.

Aksi itu pun mampu menggalang dana hingga mencapai 25.000 dollar AS atau sekitar Rp 412 juta.  Luar biasa bukan?

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X