Kompas.com - 17/04/2020, 11:48 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Dalam beberapa kasus, bersosialisasi selama isolasi diri akibat pandemi Covid-19 terasa lebih mudah.

Kita tidak lagi harus mengganti piyama atau beranjak tempat tidur untuk bergegas ke luar rumah menemui teman atau anggota keluarga.

Namun, bersosialisasi secara virtual tidak selalu menyenangkan.

Menerima ajakan dari teman untuk bergabung ke FaceTime, Zoom, dan aplikasi telekonferensi lainnya dapat membuat kita kewalahan.

Baca juga: Unik, Terpisah LA-Sydney, Lookbook Sneaker Nike Dibikin Pakai Zoom

"Menjalani karantina telah menambah lapisan stres emosional, bersama dengan tugas kantor, memasak lebih banyak, dan mungkin mengajari anak-anak kita, atau mengawasi kelas online mereka."

Demikian kata psikolog sosial Susan Newman, penulis "The Book of No: 365 Ways to Say it and Mean it and Stop People-Pleasing Forever", kepada HuffPost.

"Ditambah, faktor membersihkan bahan makanan. Sebagian besar dari kita tidak bersantai dan menonton acara televisi."

Jadi mengapa sulit mengatakan tidak ketika seseorang ingin mengajak kita bersosialisasi secara digital atau sebaliknya?

Secara umum, kita memiliki kesulitan ketika berpikir akan mengecewakan orang, kata Newman.

"Jika kita adalah orang-orang yang ingin membuat orang lain bahagia atau menghindari konfrontasi, kita akan lebih kesulitan mengatakan 'tidak' untuk bertemu secara virtual," kata dia.

Baca juga: Bella Hadid Pose Tanpa Busana untuk Vogue Italia Pakai FaceTime

"Kita mungkin juga khawatir akan kehilangan sesuatu yang penting atau menyenangkan jika tidak bergabung."

Dalam keadaan normal, jika seseorang meminta kita melakukan sesuatu saat kita sibuk, kita hanya perlu memberikan alasan masuk akal. 

Misalnya, sedang merayakan pesta ulang tahun, atau kita berada di luar kota untuk akhir pekan.

Namun tidak demikian saat hampir semua orang berada di rumah seperti sekarang, kita sulit menemukan alasan kuat untuk menolak ajakan teman.

"Karena kita di rumah dan mereka mengetahuinya, kita tidak lagi dapat menggunakan alasan yang sama," kata Newman.

"Kita tidak dapat beralasan sedang memulai rapat, memiliki jadwal kencan, atau mengantar anak ke pertandingan sepak bola."

Beberapa orang akan merasa bersalah jika tidak menerima setiap undangan telekonferensi Zoom dari teman. Namun saat ini, perlu diingat, melindungi waktu kita menjadi lebih penting.

"Setiap orang memiliki alasan kuat untuk menetapkan batasan demi menjaga diri mereka saat ini, --termasuk menolak undangan bersosialisasi secara virtual."

Begitu kata Nicole O-Pries, terapis di Virginia Affirming Counseling di Richmond, Virginia, Amerika Serikat.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pasangan Dokter Dapat Kejutan Pesta Nikah via Zoom

"Pilihlah undangan yang kita dapatkan, dan pastikan itu sesuai dengan jadwal kita, bukan orang lain, atau kita akan menyesal," kata Newman.

"Perawatan diri harus menjadi prioritas utama, sehingga kita memiliki energi dan waktu untuk memenuhi semua tuntutan yang dibuat selama periode jarak sosial ini."

Di saat beberapa ajakan sosialisasi virtual menghibur kita, dan membuat merasa lebih terhubung, undangan telekonferensi lain bisa membuat kita lebih cemas.

Jadi, kumpulkan kekuatan untuk mengatakan tidak pada apa pun yang bisa membuat kita merasa lebih buruk. Itu saja.

"Terutama jika momen bersantai saat melakukan telekonferensi berubah menjadi berbagi fakta mengerikan dari pandemi ini," kata O-Pries.

"Interaksi sosial ini mungkin mirip seperti menyaksikan terlalu banyak berita tentang Covid-19," sebut dia.

Cara "cantik" menolak ajakan telekonferensi

Kita tidak perlu membuat sejumlah alasan untuk membenarkan kita tidak ingin bersosialisasi saat ini.

Berikan penolakan secara sopan, namun tetap menegaskan, kita tidak ingin melakukan sosialisasi virtual.

"Saya tidak bisa kali ini, tetapi saya harap kamu akan terus mengundang saya di waktu berikutnya," kata O-Pries mencontohkan.

Tetapi, jika kita ingin menjelaskan alasan kita tidak hadir, tetaplah jujur, dan buatlah penjelasan singkat.

Baca juga: Kominfo Ingin Bikin Aplikasi Telekonferensi Mirip Zoom

O-Pries dan Newman menawarkan beberapa saran di bawah ini.

Membatasi waktu memperhatikan layar.

"Terima kasih telah mengundang. Saya mencoba membatasi waktu memperhatikan layar, karena social distancing membuat saya sering melihat ponsel," ujar O-Pries.

"Saya hanya perlu memberi waktu istirahat pada mata dan pikiran. Saya ingin mengikuti ajakan ini di waktu mendatang."

Saya berjanji pada anggota keluarga untuk menghabiskan waktu bersama mereka.

"Saya dan anak-anak akan berolahraga lari, jogging, atau bermain permainan," tutur Newman.

Mempunyai banyak agenda rapat melalui Zoom.

"Kantor saya sedang menunggu laporan dari saya," kata Newman.

"Saya mengadakan rapat virtual dengan kantor saya setiap minggu."

Tidak siap untuk panggilan video sekarang.

"Saya sedang tidak bisa melakukan panggilan video, mari kita coba texting," kata Newman.

"Mari kita mengatur waktu untuk berbicara di telepon."

Menurut Newman, perlu diingat, meskipun kita khawatir telah mengecewakan keluarga dan teman-teman dengan penolakan, mereka akan menerima alasan tersebut.

"Yang paling jarang disadari adalah saat kita mengatakan 'tidak,' orang-orang tidak memikirkan kita seperti kita khawatir tentang apa yang mereka pikirkan," kata Newman.

"Teman-teman kita akan mencari orang lain untuk mengisi tempat yang kosong, karena kita berhalangan atau menolak undangan itu."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.