Ketika Kata "Pemutih" dan "Mencerahkan" Dihapus dari Produk Kosmetik

Kompas.com - 29/06/2020, 12:30 WIB
Ilustrasi kosmetik. misumaIlustrasi kosmetik.


KOMPAS.com - Beberapa raksasa kosmetik dunia mengubah ulang strategi mereka dalam memasarkan produk perawatan kulit dengan menghapus kata yang merujuk pada ras atau keunggulan kulit putih.

Kebijakan menghapus kata memutihkan seperti "white", "fair", dan "light" diumumkan oleh perusahaan kosmetik asal Perancis L'Oreal (28/6).

Keputusan itu diambil sehari setelah Unilever membuat pengumuman serupa untuk menghapus kata "mencerahkan" untuk menghargai semua warna kulit.

Unilever dan L'Oreal merupakan dua pemain besar dalam penjualan produk krim pemutih kulit di Asia, Afrika, dan Karibia, di mana para wanitanya menganggap kulit yang putih sebagai cantik.

Sementara itu, Unilever India mengatakan akan mengubah produk kosmetiknya, "Fair & Lovely" yang diklaim mampu mencerahkan kulit.

Baca juga: Johnson & Johnson Berhenti Menjual Krim Pemutih Kulit

"Kami akan membuat portfolio produk skin care kami lebih inklusif dan ingin merayakan keragaman dalam kecantikan," kata Managing Director Hindustan Unilever, Sanjiv Mehta.

Johnson & Johnson telah lebih dulu menyatakan akan menghilangkan kata "memutihkan" dalam produknya.

"Kulit yang sehat adalah kulit yang indah," demikian bunyi pernyataan pihak Johnson & Johnson.

Kesetaraan ras

Perubahan kebijakan tersebut untuk menanggapi gerakan Black Lives Matter.

L'Oreal baru-baru ini juga dikritik berat oleh model asal Inggris, Munroe Bergdrof yang dipecat tahun 2017. Ketika itu, model transgender ini berbicara tentang kekerasan rasial oleh orang kulit putih di Facebook. Tindakan itu dinilai L'Oreal tidak sejalan dengan nilai perusahaan.

Namun kini Bergdrof kembali bergabung setelah Presiden Direktur L'Oreal Inggris Delphine Viguier meminta maaf tentang situasinya. Model tersebut lalu ditunjung dalam dewan penasihat keragaman dan inklusi di L'Oreal.

Walau langkah tersebut mendapat banyak pujian, tapi tak sedikit komentar negatif muncul terkait keputusan mengubah kata-katanya dalam kemasan tapi tetap menjual produk yang sama.

Baca juga: Chanel, Revlon dan LOreal Tak Lagi Pakai Talek dalam Kosmetiknya

 



Sumber Euronews
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X