Giliran Starbucks Cabut Iklan di Media Sosial, Termasuk Facebook

Kompas.com - 29/06/2020, 16:35 WIB
Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015) SHUTTERSTOCK/PIO3Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015)

KOMPAS.com - Jaringan kedai kopi asal Amerika Serikat, Starbucks mengumumkan pencabutan seluruh iklan mereka yang terpasang di semua platform media sosial.

Kebijakan ini menjadikan Starbucks sebagai perusahaan terbaru yang mencabut iklan di media sosial, di tengah kritikan kepada Facebook yang tidak mampu melindungi pengguna dari ujaran kebencian.

"Penangguhan iklan di media sosial tidak akan mencakup YouTube milik Google," kata Jurubicara Starbucks kepada CNBC.

Baca juga: Levis, Coca-Cola, dan Brand Lain Setop Iklan di Medsos, Ada Apa?

"Kami percaya dalam menyatukan komunitas, baik secara langsung dan online, dan kami menentang kebencian," kata Starbucks dalam sebuah pernyataan, Minggu (28/6/2020) kemarin.

"Kami percaya lebih banyak yang harus dilakukan untuk menciptakan komunitas online yang ramah dan inklusif."

"Kami percaya para pemimpin bisnis dan pembuat kebijakan perlu bersatu untuk perubahan nyata."

Berangkat dari pernyataan itu, Starbucks pun akan melakukan diskusi secara internal dengan mitra media serta organisasi hak sipil, tentang bagaimana mengakhiri penyebaran ujaran kebencian.

Organisasi hak sipil seperti NAACP, Color of Change, dan Anti-Defamation League meminta perusahaan besar mencabut iklan mereka di Facebook.

Ajakan ini menyusul pembunuhan George Floyd di Minneapolis, AS, pada 25 Mei lalu dan memicu protes atas kebrutalan polisi tersebut.

Baca juga: Mark Zuckerberg Rugi Rp 103 Triliun

Kampanye yang disebut #StopHateforProfit dimulai 17 Juni usai Facebook menolak mengambil tindakan terhadap unggahan Presiden AS Donald Trump yang mengancam para demonstran dengan kekerasan.

Trump menulis "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai", dan dia juga menyebut para demonstran sebagai "penjahat."

Trump membuat pernyataan serupa di Twitter, yang mengungkap kata-kata "memuliakan kekerasan."

Seperti dilaporkan Business Insider, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan pada hari Jumat (26/6/2020), perusahaannya akan melabeli unggahan "layak berita" dari politisi yang melanggar aturan tentang ucapan kebencian atau kekerasan.

Kampanye #StopHateforProfit mengkritik tanggapan Zuckerberg dan menyebutkan 10 langkah yang "tidak akan bisa mengatasi seluruh masalah Facebook."

Starbucks bergabung dengan Coca Cola dan sejumlah brand ternama lain yang mengumumkan pencabutan iklan di media sosial.

Jaringan kopi dunia itu belum mengumumkan jangka waktu untuk pencabutan iklan tersebut.

Sedangkan, perusahaan lain seperti The Hershey Co., Unilever, Verizon, Honda, Birchbox, Ben & Jerry's, The North Face, REI, dan Patagonia telah menghentikan iklan berbayar di Facebook.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X