BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Prove D3

Memasuki Fase Kehidupan Adaptasi Kebiasaan Baru, Masih Perlukah Konsumsi Vitamin?

Kompas.com - 17/07/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di sekolah di tengah pandemi iSTOCK/Tomwang112Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di sekolah di tengah pandemi
|

KOMPAS.com - Sejak virus corona mewabah di Indonesia, beragam cara dilakukan masyarakat untuk melindungi diri dari virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut. Salah satunya, berjemur di bawah sinar matahari.

Dilansir dari Healthline, Kamis (12/9/2019), sinar matahari dapat merangsang produksi vitamin D secara alami dalam tubuh. Selain baik untuk kesehatan tulang dan gigi, serta mencegah beberapa penyakit autoimun, nutrisi ini juga dapat menstimulasi sel-sel imunitas.

Itulah mengapa berjemur di bawah sinar matahari belakangan menjadi tren di masyarakat. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia melakukan aktivitas ini.

Kendati demikian, bukan berarti berjemur bisa dilakukan di sembarang waktu. Masih dari sumber sebelumnya, adapun waktu yang dianjurkan untuk berjemur dari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore.

Di rentang waktu tersebut, sinar matahari menghasilkan sinar ultraviolet B (UV B) yang mengandung provitamin D3.

Nah, saat UV B mengenai permukaan kulit, sinar tersebut akan mengubah kolesterol di bawah kulit menjadi vitamin D3. Nutrisi inilah yang turut memperkuat sistem imun manusia.

Baca juga: Vitamin D untuk Obat Corona, Bagaimana Penjelasannya?

Meski sinar matahari memiliki manfaat bagi kesehatan, durasi berjemur tak boleh terlalu lama. Maksimal 20 menit per hari dan wajib menggunakan tabir surya 15 menit sebelum berjemur.

Ilustrasi makanan yang menjadi sumber vitamin D.iSTOCK/yulka3ice Ilustrasi makanan yang menjadi sumber vitamin D.

Sumber vitamin D selain sinar matahari

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sebenarnya kaya akan sinar matahari. Sayangnya, beberapa riset menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat justru mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin D.

Hal tersebut disebabkan padatnya aktivitas dan pola hidup sehari-hari. Contohnya, berangkat kerja atau sekolah lebih pagi dan kebiasaan menghabiskan waktu di dalam ruangan, khususnya yang ber-AC.

Padahal, tubuh manusia membutuhkan asupan vitamin D tiap hari untuk menjaga metabolisme dan kekebalan tubuh. Adapun, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan vitamin D tiap orang berbeda-beda. Bayi berusia di bawah satu tahun, misalnya, membutuhkan vitamin D sebesar 400 IU per hari.

Bayi berusia di atas satu tahun, remaja, dewasa, serta ibu hamil dan menyusui membutuhkan vitamin D lebih banyak, yakni 600 IU per hari. Sementara, untuk orang lanjut usia (lansia) atau di atas 65 tahun, kebutuhan vitamin D untuk golongan ini berjumlah 800 IU setiap harinya.

Kebutuhan vitamin D sebenarnya tidak hanya didapat dengan berjemur di bawah sinar matahari. Masih ada cara lain agar kebutuhan harian vitamin D tiap tetap terpenuhi.

Pertama, lewat makanan, semacam salmon, tuna, tongkol, minyak ikan, telur, susu dan olahannya, hati sapi, serta sereal.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi

Kedua, bisa juga lewat konsumsi suplemen vitamin D. Contohnya, Prove D3 dari Kalbe Farma yang telah disesuaikan dengan kebutuhan harian orang dewasa dan anak-anak.

Suplemen tersebut tersedia dalam dua bentuk, yaitu drops yang mengandung vitamin D3 400 IU di setiap tetesnya dan tablet salut yang mengandung vitamin D3 mencapai 1.000 IU di setiap setrip.

Bagi masyarakat yang mengalami defisiensi vitamin D, bisa mengonsumsi dosis suplemen lebih tinggi. Namun dengan catatan, sebelum mengonsumsi, harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, Prove D3 juga punya kelebihan lain. Suplemen ini bebas gluten, pewarna, dan alkohol, serta tidak berasa sehingga dapat dikonsumsi dengan cara dicampur ke dalam makanan atau minuman.

Oleh sebab itu pula, Prove D3 dapat dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari bayi, anak-anak, dewasa, hingga lansia.

Menjaga kesehatan adalah hal mutlak yang perlu dilakukan setiap individu. Termasuk, di fase kehidupan adaptasi kebiasaan baru seperti sekarang ini.

Perlu diingat, meski kehidupan mulai berangsur kembali normal, virus corona belum sepenuhnya hilang. Sebab, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia masih menemukan cukup tingginya kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan data per Senin (13/7/2020), total kasus positif Covid-19 di Indonesia menembus 76.981 kasus. Dari angka ini, sebanyak 36.636 pasien masih menjalani perawatan, 36.689 sembuh, dan 3.656 meninggal dunia.

Karena itu, selain mematuhi protokol kesehatan, jalani juga pola hidup sehat dengan mengonsumsi vitamin D supaya tubuh senantiasa bugar.

Untuk mendapatkan suplemen Prove D3, silakan kunjungi tautan ini.

 


Sumber Healthline
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya