Kadar Virus Covid-19 pada Anak Tinggi dan Gampang Menularkan

Kompas.com - 22/08/2020, 11:11 WIB
Sejumlah anak mengikuti lomba balap karung saat Hari Kemerdekaan RI di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, Senin (17/8/2020). Berbagai lomba yang diikuti anak-anak, remaja, dan orang tua tersebut dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHASejumlah anak mengikuti lomba balap karung saat Hari Kemerdekaan RI di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, Senin (17/8/2020). Berbagai lomba yang diikuti anak-anak, remaja, dan orang tua tersebut dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

KOMPAS.com – Anak-anak lebih gampang menularkan Covid-19 karena mereka bisa membawa virus dalam kadar tinggi, sekalipun tak ada gejala yang dirasakan.

Penelitian terbaru berskala besar membuktikan hal tersebut. Para ilmuwan bahkan mengatakan bahwa anak-anak adalah “penyebar sunyi” yang ideal. Itu sebabnya kebijakan untuk segera membuka sekolah secara tatap muka perlu dipertimbangkan.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of Pediatrics ini dilakukan terhadap 192 anak-anak dan dewasa muda (usia 0 – 22 tahun). Hasil tes menunjukkan, 49 orang positif terinfeksi Covid-19 dan 18 orang menunjukkan gejala penyakit terkait Covid-19.

Anak-anak yang terinfeksi, walau tidak menunjukkan gejala sakit, memiliki viral load atau tingkat virus yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa yang dirawat di rumah sakit.

Risiko penularan akan meningkat seiring dengan makin tingginya viral load.

“Kami terkejut dengan tingginya level virus yang kami temukan pada anak-anak ini, terutama pada dua hari pertama setelah terinfeksi,” kata Dr.Lael Yonker, direktur MGH Cystic Fibrosis Center dan penulis utama studi.

Baca juga: Sebelum Gelar Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Lakukan Simulasi

Alessio Fasano, aggota tim peneliti, mengatakan, data kajian mereka menunjukkan bahwa anak-anak tidak terlindungi dari virus ini. Mereka bisa terinfeksi sekalipun risikonya untuk mengalami tingkat keparahan tidak sebesar orang dewasa.

Namun, karena anak-anak dapat membawa viral load tinggi, mereka lebih menularkan ke teman-teman maupun orang dewasa yang lebih rentan jika terpapar.

Menurut Fasano, karena anak-anak dengan kadar virus tinggi tidak menunjukkan gejala, mengandalkan pemeriksaan suhu tubuh atau monitor gejala saja tidak cukup untuk membuat guru dan orang di sekitar anak-anak itu aman.

Untuk menghambat penularan Covid-19 di sekolah, disarankan untuk melakukan tes pada pelajar secara random, menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X