Merasakan Romantisme Provence Lewat Wangi Verbena

Kompas.com - 25/08/2020, 09:34 WIB
Koleksi verbena dari LOccitane LOccitaneKoleksi verbena dari LOccitane
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Verbena adalah tanaman perdu berbunga mungil, dengan daun yang memiliki aroma wangi. Ada ratusan jenis verbena, salah satunya adalah lemon verbena atau Lippia citriodora.

Menurut cerita, tanaman verbena jenis ini dulu banyak dijumpai di pasar-pasar di Provence, Perancis. Ia banyak dicari karena daunnya mengeluarkan aroma segar seperti kayu, rumput, dan jeruk. Wangi itu membuatnya dikenal dengan nama Verveine citronelle atau verbena dengan wangi citrus.

Namun tanaman ini makin jarang ditemukan di Perancis bagian selatan karena orang menggantinya dengan tanaman lain. Verbena kemudian didatangkan dari Maroko yang beriklim lebih panas, di mana verbena lebih mudah tumbuh.

Seiring berjalannya waktu, verbena seperti menghilang dari Provence. Padahal wanginya pernah menjadi pencipta suasana romantis di sana.

Baca juga: Verbena, Kesegaran dari Provence untuk Menyejukkan Hari

Melihat kenyataan itu, brand perawatan tubuh L'Occitane ingin mengembalikan lagi tanaman-tanaman yang dahulu banyak terdapat di Provence, tempat asal perusahaan tersebut. Tanaman-tanaman tersebut antara lain lavender, almond, dan tentu saja verbena.

Keinginan tersebut disambut baik oleh pasangan petani Phillipe dan Magalie Mary, yang mulai menanam lemon verbena di tanah yang dikelilingi pegunungan di Jouques, Provence.

Adapun verbena yang ditanam pasangan petani itu 100 persen organik. Mereka tidak memakai pestisida maupun pupuk kimia, dan sengaja tidak menanam dalam skala besar agar lebih mudah memeliharanya.

Mereka juga mengembangkan cara menanam baru dengan menggabungkannya dengan tumbuhan atau pohon lain. Cara ini terbukti bisa mengundang burung-burung dan serangga yang semula jarang ditemukan.

Saat panen ada akhir Agustus dan akhir Oktober, mereka memetik daunnya langsung menggunakan tangan. Daun-daun itu dikeringkan lalu diambil minyak dan air beraromanya (floral water) menggunakan penyulingan uap.

Untuk setiap 1000 daun, kurang lebih bisa dihasilkan satu liter floral water.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X