Lakukan Restrukturisasi Global, Under Armour Akan PHK 600 Karyawan

Kompas.com - 10/09/2020, 09:45 WIB
Under Armour membuat masker untuk membantu tenaga kesehatan. via Mens HealthUnder Armour membuat masker untuk membantu tenaga kesehatan.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Perusahaan apparel olahraga Under Armour sedang melakukan restrukturisasi global untuk mempertahankan bisnisnya.

Akibat restrukturisasi tersebut, Under Armour akan memberhentikan sekitar 600 orang karyawannya secara global.

Langkah ini diambil Under Armour karena bisnis mereka mengalami dampak akibat pandemi virus corona dan lockdown di seluruh dunia.

Perusahaan yang berbasis di Baltimore, Maryland, AS, itu yakin, restrukturisasi memakan biaya sekitar 235 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Biaya itu meliputi pemutusan kontrak senilai 135 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun), serta biaya restrukturisasi lainnya.

Di samping itu, Under Armour juga menambah biaya restrukturisasi pada tahun ini di angka 550 juta - 600 juta dollar AS.

Sebelumnya, di bulan April lalu, perusahaan merumahkan sekitar 600 karyawan mereka yang bekerja di pusat distribusi di seluruh AS untuk sementara waktu.

Under Armour juga sudah mengantisipasi dampak akibat pandemi Covid-19 di seluruh dunia sejak bulan Februari. Saat itu, nilai saham mereka menurun.

Baca juga: Akibat Pandemi, Google Minta Karyawan Kerja dari Rumah hingga 2021




Sumber Hypebeast
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X