Kompas.com - 28/09/2020, 15:29 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|

Perlu diketahui, diagnosis ADB tidak bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Bayi harus menjalani serangkaian tes berdasarkan anjuran dokter.

Takaran suplemen

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) berdasarkan skrining universal, penggunaan suplemen zat besi pada bayi bisa dimulai pada usia 4 bulan. Sementara, menurut Organisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemberian suplemen zat besi dapat diberikan lebih awal, yakni sejak usia 2-23 bulan, dengan dosis tunggal 2 miligram per kilogram berat badan bayi per hari.

Anjuran WHO tersebut dapat dilakukan terhadap bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Umumnya, bayi dengan kondisi tersebut memang memiliki risiko 10 kali lipat lebih tinggi mengalami defisiensi besi.

Bagi bayi prematur dengan berat badan masih dalam taraf aman, anak dapat diberikan suplemen zat besi sekurang-kurangnya pada dosis yang sama hingga usia 12 bulan.

Hal ini mengingat kebutuhan zat besi anak akan terus meningkat selama masa pertumbuhan, dan ia berisiko mengalami defisiensi besi.

Bagi bayi yang lahir dengan berat badan lahir sangat rendah, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplemen zat besi sebanyak 2-4 miligram per kilogram berat badan per hari dengan maksimum 15 miligram per hari.

Adapun durasi waktunya juga lebih awal, yakni sejak usia 1 bulan dan diteruskan hingga ia berusia satu tahun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi bayi yang lahir pada cukup bulan biasanya defisiensi besi terjadi ketika mereka memasuki masa-masa akhir ASI eksklusif atau saat masuk periode MPASI.

Dianjurkan oleh IDAI, orangtua memberikan suplemen zat besi dengan dosis 2 miligram per kiloram berat badan per hari.

Sebaiknya, pemberian suplemen dimulai sejak usia 6-23 bulan. Namun, harus tetap diingat, pemberian suplemen zat besi ini harus tetap dalam pengawasan dokter, atau berdasarkan anjuran dokter, ya.

Untuk anak yang lebih besar, Anda bisa konsultasi dulu pada dokter untuk mengetahui takaran suplemen yang tepat.

Mulai sekarang, Genbest bisa mencari informasi lainnya mengenai seputar kesehatan bayi, remaja putri, ibu hamil, dan hal-hal yang berkaitan dengan pencegahan stunting lewat laman https://genbest.id/. Yuk sadar stunting dimulai dari diri sendiri.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X