Earthing, Perbaiki Mood dan Baik untuk Jantung

Kompas.com - 01/10/2020, 15:11 WIB
Ilustrasi bertelanjang kaki shutterstockIlustrasi bertelanjang kaki
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Grounding atau earthing adalah teknik terapi dengan melakukan aktivitas yang membuat seseorang terhubung ke bumi.

Sederhananya, aktivitas yang dilakukan membuat fisik seseorang bersentuhan langsung dengan bumi atau tanah sehingga gelombang elektrik bumi membawa dampak positif bagi tubuh.

Beberapa riset menyebut manfaat earthing baik untuk mood dan meredakan rasa sakit.

Earthing bisa dilakukan di mana saja, baik dalam maupun luar ruangan. Jika belum terbiasa melakukan grounding pun, bisa mencoba dengan menggunakan alas. Bentuknya bisa berupa mat, selimut, kain, atau kaos kaki. Semua bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

Manfaat earthing atau grounding

Hingga kini, riset tentang manfaat earthing atau grounding masih terbatas. Salah satu teori yang mendasarinya adalah melakukan grounding dapat berpengaruh terhadap matriks kehidupan yang menghubungkan tiap sel.

Nah, beberapa manfaat earthing yang sering disebutkan di antaranya:

1. Memperkuat imun tubuh

Adanya gelombang elektrik dari bumi yang diperoleh saat earthing berkhasiat seperti halnya antioksidan, sehingga baik untuk sistem kekebalan tubuh seseorang.

Dengan melakukan earthing, sistem imun alami seseorang bisa kembali optimal.

2. Baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah

Ada penelitian yang mendukung konsep ini. Sebanyak 10 partisipan dalam kondisi sehat melakukan grounding dengan menempelkan patch di telapak tangan dan kaki.

Setelah tuntas, terbukti earthing mengurangi gumpalan sel darah merah secara signifikan. Artinya, secara tidak langsung dapat berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Ada pula studi yang menemukan dampak jangka panjang grounding dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

3. Kurangi nyeri otot

Selain itu, manfaat grounding lainnya juga berkaitan dengan kondisi otot setelah beraktivitas fisik.

Setelah melakukan grounding, level kerusakan otot dan rasa nyeri para partisipan berkurang drastis. Para peneliti sempat membandingkan kadar sel darah putih, creatine kinase, dan juga rasa nyeri otot.

4. Memperbaiki mood

Manfaat earthing berikutnya adalah memperbaiki kondisi mood seseorang. Sebuah penelitian membandingkan bagaimana stres emosi dan fisik seseorang sebelum dan sesudah melakukan grounding.

Sebelum melakukan grounding, partisipan merasa stres secara fisik dan emosional karena tuntutan pekerjaan.

Namun setelah melakukan terapi ini, rasa nyeri, stres, depresi, dan kelelahan berkurang secara drastis. Pengukuran ini bersifat subjektif. Indikatornya berupa perasaan dan mood dari tiap partisipan.

5. Redakan cemas dan tidur lebih baik

Masih berhubungan dengan mood swing, sesi terapi grounding selama 1 jam saja sudah bisa memperbaiki suasana hati seseorang secara signifikan.

Dalam jangka panjang, ini juga berhubungan dengan menurunnya risiko mengalami depresi dan cemas berlebih.

Tak hanya itu, terapis juga mengakui siklus dan durasi tidur menjadi lebih lama setelah menerapkan terapi grounding. Bahkan, masalah tidur seperti kerap terbangun di malam hari juga berkurang drastis.

Baca juga: Manfaat Berjalan dengan Kaki Telanjang

Bagaimana cara melakukan earthing?

Ada banyak cara melakukan earthing . Jenis aktivitasnya bisa disesuaikan dengan pilihan masing-masing. Intinya adalah semua kegiatan yang kembali menghubungkan diri sendiri dengan bumi. Apa saja metodenya?

Berjalan tanpa alas kaki

Salah satu cara termudah melakukan earthing adalah dengan berjalan tanpa alas kaki. Baik itu langsung bersentuhan dengan tanah atau rerumputan, sama-sama disebut earthing.

Kontak langsung antara telapak kaki dan alam membuat seseorang bisa mendapatkan energi tersendiri.

Berbaring

Kontak antara kulit dan bumi bisa lebih intens dengan berbaring di tanah. Hal ini juga bisa dilakukan saat berada di taman atau pantai.

Namun, pastikan lingkungan sekitar benar-benar aman untuk melakukan grounding. Jangan ada objek yang berbahaya dan bisa menyebabkan cedera.

Beraktivitas di air

Tak hanya di daratan saja, beraktivitas di air seperti berenang juga bisa menjadi metode untuk grounding. Caranya bisa dengan berendam di danau atau berenang di laut bebas.

Pastikan saat melakukan aktivitas ini, lingkungan benar-benar aman dan Anda sudah memiliki kemampuan renang yang baik.

Menggunakan alat

Jika situasi tak memungkinkan untuk melakukan kontak langsung dengan bumi, ada juga alat grounding yang bisa digunakan. Contohnya dengan menggunakan tongkat metal yang ditempelkan ke tanah dan dihubungkan ke tubuh lewat seutas kawat.

Namun jika kurang merasa nyaman dengan metode ini, ada banyak peralatan lain yang bisa digunakan. Contohnya dengan menggunakan mat, kain, selimut, kaos kaki, hingga patch. Produk untuk grounding ini banyak dijual bebas di pasaran.

Memang penelitian terkait earthing masih terus dikembangkan. Namun, tak ada salahnya mencoba melakukan terapi ini dan melihat bagaimana dampaknya bagi diri sendiri.

Baik di dalam maupun luar ruangan, grounding bisa dilakukan kapanpun sepanjang hari. Hanya saja, pastikan lingkungan sekitar saat melakukan grounding benar-benar aman dari risiko cedera.

Baca juga: Lebih Baik Mana: Berlari Memakai Sepatu atau Tanpa Alas Kaki?



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X