Mengapa Brand Mewah Ramai-ramai Jadikan BLACKPINK sebagai Duta?

Kompas.com - 06/10/2020, 14:42 WIB
Rosé, Jennie, Lisa dan Jisoo yang tergabung dalam idol grup BLACKPINK Hasil tangkap layar HypebeastRosé, Jennie, Lisa dan Jisoo yang tergabung dalam idol grup BLACKPINK

KOMPAS.com — Menjelang perilisan albumnya yang berjudul The Album, grup K-pop BLACKPINK resmi menjalin kerja sama dengan game PUBG Corporation untuk acara crossover PlayerUnknown's Battleground Mobile.

Kerja sama itu hanyalah satu dari deretan kerja sama dan kolaborasi BLACKPINK dengan brand mewah, entah itu di industri fashion, maupun bidang lainnya, di antaranya Kia Motors, Samsung, PepsiCo, Adidas, Woori Bank, dan bahkan layanan bea cukai Korea Selatan, Bea Cukai Utama Incheon.

Pada tahun 2020, BLACKPINK diperkirakan memiliki kekayaan bersih 32 juta dollar AS atau setara dengan Rp 472 miliar.

Angka tersebut ini hanya pendapatan mereka sebagai grup dan tidak mencakup pendapatan individu mereka di luar grup.

Terutama, tiga member yang telah dipilih oleh LVMH sebagai duta besar di seluruh portofolio untuk merek mewah perusahaan multinasional asal Perancis itu.

Jisoo merupakan duta kecantikan Dior, Lisa mewakili CELINE sebagai duta global, dan Rosé diumumkan sebagai wajah global Saint Laurent musim panas ini. Pimpinan grup Jennie Kim mendapatkan tugas sebagai duta rumah Chanel.

Baca juga: Berkenalan dengan 4 Member BLACKPINK, Siapakah Biasmu?

Lalu, bagaimana BLACKPINK menjadi grup K-pop fashion?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, pertama-tama kita harus memahami bagaimana K-pop muncul.

Industri musik K-pop adalah bagian dari apa yang sekarang sering disebut sebagai "Gelombang Hallyu (Gelombang Korea)", yang pertama kali diciptakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Korea Selatan dan lahir dari krisis keuangan Asia 1997.

Meskipun telah membangun dirinya dari negara yang dilanda perang menjadi ekonomi terbesar ke-11 di dunia, Korea Selatan adalah salah satu ekonomi yang paling terpukul oleh krisis.

Lisa Blackpink dalam balutan Prada di Milan Fashion Week 2020.Dokumen Prada Lisa Blackpink dalam balutan Prada di Milan Fashion Week 2020.

Dengan langkah-langkah restrukturisasi yang diberlakukan oleh IMF sebagai bagian dari kesepakatan pinjaman, ekonomi Korea Selatan bergerak menuju sektor hiburan untuk bangkit kembali.

Drama Korea, film, game, industri animasi, dan musik dalam bentuk K-pop Hallyu Wave memperkenalkan konsep baru budaya populer transnasional.

Baca juga: Lovesick Girls BLACKPINK Jadi Video Musik Girlband Kpop Tercepat Raih 10 Juta Views

Meluas ke banyak negara

Aliran budaya awal K-pop ke negara tetangga pertama kali dianggap hanya iseng. Namun, industri ini meledak berkat perusahaan hiburan yang mengadopsi tren sejak dini, seperti SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment.

Didirikan pada tahun 1996 oleh mantan CEO dan anggota grup K-pop generasi pertama Seo Taiji and Boys, Yang Hyun-suk, YG Entertainment secara khusus menjadi pembangkit tenaga listrik di industri musik lokal.

Grup tersebut mengembangkan grup pria ikonik Big Bang dan grup wanita 2NE1, yang memimpin gelora Hallyu Wave maju ke kancah internasional.

Baca juga: Video Musik Ice Cream Jadi MV Ke-8 BLACKPINK yang Ditonton 300 Juta Kali

 

PUBG Mobile jalin kolaborasi dengan BLACKPINK.Dok. PUBG Mobile PUBG Mobile jalin kolaborasi dengan BLACKPINK.

Sukses dengan konsep grup idol, YG berupaya membangun ketenaran dan pengalaman internasionalnya dengan BLACKPINK untuk mempelopori kontribusinya pada aliran K-pop generasi ketiga.

Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rosé dari BLACKPINK telah menjadi pilihan dunia fashion berkat daya tarik global yang diolah dengan apik oleh YG Entertainment.

Para member BLACKPINK dipilih melalui program training yang terkenal sulit, keempatnya menonjol karena bakat dan kepribadian masing-masing, yang selanjutnya ditingkatkan sebagai sebuah tim.

Baca juga: Lisa Blackpink dalam Balutan Serba Emas di Milan Fashion Week 2020

BLACKPINK berbeda dari grup K-pop lainnya karena hanya memiliki empat anggota. Mereka juga terlibat dalam proses penulisan lagu dan berperan aktif dalam mengembangkan koreografi.

Baru-baru ini, Jennie dan Jisoo terlibat dalam penulisan "Lovesick Girls" dari The Album dengan Jennie juga ikut serta dalam produksi lagu tersebut.

Selain itu, YG Entertainment juga meminta bantuan para profesional, seperti TEDDY, Danny Chung, Vince, Bekuh BOOM, R.Tee, dan lainnya, untuk menciptakan suara internasional BLACKPINK yang berbeda.

Kini, karya BLACKPINK dan tim bahkan telah diakui oleh para bintang global, seperti Lady Gaga, Cardi B, Selena Gomez, Ariana Grande, dan David Guetta, di mana mereka juga turut menjadi kolaborator dalam album BLACKPINK.

Rosé Blackpink saat menjalani pemotretan sebagai wajah global baru dari Yves Saint Laurent.Instagram Yves Saint Laurent Rosé Blackpink saat menjalani pemotretan sebagai wajah global baru dari Yves Saint Laurent.

Fashion stylist

Bagaimana fashion BLACKPINK bisa disorot adalah hasil kerja keras penata gaya BLACKPINK, Choi Kyung Won. Choi telah bekerja dengan grup tersebut sejak menjalani debutnya.

Baca juga: BLACKPINK Berbagi Cerita Persiapan Rilis The Album dan Perasaan Duet dengan Penyanyi Hollywood

“Visi saya adalah menciptakan ide yang sangat berbeda dengan penampilan mereka untuk menjadi lambang mode wanita di Korea Selatan - untuk menciptakan tonggak sejarah baru,” katanya dalam wawancara dengan WWD.

“Grup ini lebih dicintai oleh orang-orang yang mengikuti mode. Semua yang (dipakai) BLACKPINK lebih untuk orang yang menghargai gaya, ”jelasnya.

Elemen gaya grup ini didokumentasikan oleh akun Instagram, @blackpinksstyle dan @blackpinkcloset, yang masing-masing memiliki 412.000 dan 192.000 pengikut yang membahas satu per satu penampilan para member dan desainer mana yang digunakannya.

Hal ini dilakukan untuk membantu penggemar yang berlomba-lomba meniru pakaian mereka.

Choi mengatakan bahwa brand dan desainer mensponsori mereka bahkan hanya untuk pergi ke bandara. Pasalnya, di bandara kebanyakan grup K-pop akan diabadikan oleh paparazi, dan apa yang dipakai para member menjadi begitu penting.

“Desainer telah melihat penjualan mereka meningkat sehingga mereka sekarang sangat ingin bekerja dengan mereka,” kata Choi.

Baca juga: Gaya Anggun Lisa Blackpink Jadi Brand Ambassador Baru Bvlgari

Terakhir, tidak seperti grup K-pop lainnya, Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rosé juga mengelola akun Instagram mereka sendiri, yang berfungsi sebagai pintu bagi para penggemar untuk terhubung dengan member yang kebanyakan berbahasa Inggris.

Deretan merek fesyen telah menemukan cara untuk menggunakan ini sebagai cara untuk menaikkan keuntungan mereka, seperti baru-baru ini, Instagram Jennie banyak digunakan dalam promosi kolaborasinya "Jentle Home" dengan nama kacamata Korea Selatan, Gentle Monster.

Media sosial yang digunakan secara luas di masyarakat global lantas membuat langkah promosi tersebut meraih simpati besar dalam waktu singkat.

Mereka yang berkolaborasi dengan BLACKPINK, seperti brand kacamata asal Korea Selatan itu, bahkan berhasil mendapatkan pasar hingga Amerika Utara, Eropa Barat, dan Amerika Latin, wilayah yang kini juga sedang terkena demam Korea.

Dokumenter Netflix

Dengan dirilisnya LP debut mereka The Album disertai dengan dokumenter Netflix Light Up the Sky pada 14 Oktober mendatang, masa depan BLACKPINK terlihat semakin cerah.

Karena Dior, CELINE, Saint Laurent, dan Chanel terus memanfaatkan daya tarik internasional Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rosé, dan kita tentu berharap dapat melihat mereka muncul di lebih banyak kampanye, acara pekan mode, dan bahkan melakukan kolaborasi.

Namun, tak menutup kemungkinan kolaborasi BLACKPINK dengan brand di bidang lain juga mampu menghasilkan dampak global.

Baca juga: Film Dokumenter BLACKPINK Light Up The Sky Rilis Trailer



Sumber Hypebeast
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X