Kompas.com - 23/10/2020, 18:13 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Sebagian perempuan mungkin pernah mengalami sinkronisasi menstruasi dengan sahabat atau saudara perempuan. Kondisi ini menyebutkan, kalau perempuan yang tinggal bersama atau sering menghabiskan waktu bersama akan memiliki jadwal haid yang berbarengan.

Meskipun dianggap sebagai kepercayaan yang populer, tidak ada banyak bukti untuk menjelaskan alasannya.

"Sinkronisasi menstruasi mengacu pada dua atau lebih orang yang mengetahui satu sama lain sedang mengalami menstruasi pada waktu yang sama," kata kepala petugas kesehatan untuk aplikasi kesehatan wanita Clue, Lynae Brayboy, MD.

Menurutnya, orang-orang tersebut biasanya memiliki hubungan kedekatan, seperti teman sekamar, teman dekat, rekan kerja, pasangan sesama jenis, dan anggota keluarga.

Baca juga: Penyebab Warna Darah Haid Kerap Berubah

Penelitian sinkronisasi menstruasi

Bukti ilmiah pertama dari kondisi ini muncul pada tahun 1971, dengan "studi McClintock." Seorang peneliti di Universitas Harvard bernama Martha McClintock menganalisis siklus menstruasi dari sampel kecil perempuan berusia 17 hingga 22 tahun yang tinggal di asrama sebuah perguruan tinggi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah enam bulan, studi tersebut menemukan, mereka yang memiliki hubungan kedekatan juga memiliki siklus yang berdekatan antara 3-7 hari.

Sementara, bagi kelompok yang tidak memiliki kedekatan siklus menstruasinya berjarak jauh yakni dimulai berselang 5-15 hari.

Namun, banyak peneliti lain yang menganggap kalau analisis studi itu cacat dan mereka mengabaikan temuan McClintock.

Ilustrasi siklus haid, menstruasi tidak teraturSHUTTERSTOCK/StoryTime Studio Ilustrasi siklus haid, menstruasi tidak teratur

Hanya mitos

Setelah itu, ada lagi studi di tahun 1993 yang sangat bertentangan dengan hasil studi McClintock. Pada studi ini, peneliti mendapatkan kesimpulan, sebanyak 29 pasangan lesbian yang sama-sama mengalami menstruasi tidak mengalami sinkronisasi.

Sebuah studi tahun 1995, teman dekat yang tidak tinggal bersama juga tidak mengalami sinkronisasi menstruasi.

Kemudian pada tahun 2017, aplikasi Clue bekerjasama dengan Universitas Oxford untuk lebih memahami sinkronisasi siklus menstruasi.

Mereka menganalisis siklus 360 pasang perempuan yang saling mengenal dengan baik dan melacak siklus mereka melalui aplikasi. Setelah tiga siklus, 273 pasangan benar-benar melihat perbedaan yang lebih besar pada tanggal mulai siklus dan sinkronisasi menstruasi ini tidak terjadi.

Lagi-lagi, penelitian ini dinilai belum pasti karena tidak melibatkan ahli medis. Sehingga, masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Problem Kesehatan di Balik Siklus Menstruasi yang Tak Teratur

Waktunya sinkronisasi ini terjadi

Awalnya, McClintock berhipotesis bahwa feromon yang merupakan bahan kimia alami tubuh mengirim pesan dari satu orang ke orang lain dan dapat dikaitkan sebagai sinkronisasi menstruasi.

"Feromon memainkan peran, tetapi sejauh yang saya tahu dalam literatur, kami belum melihat studi skala besar tentang berapa lama dan seberapa sering paparan feromon dapat mengubah siklus," terang Brayboy.

Apabila kalian mengalami sinkronisasi menstruasi dengan teman atau seseorang yang tinggal bersama, kemungkinan besar itu memang terjadi secara alami. Sebab, setiap orang sebenarnya memiliki periode siklus yang berbeda.

Beberapa perempuan bisa mengalami haid setiap 21 hari, sementara yang lain mungkin dimulai setiap 35 hari. Ada perempuan yang mengalami pendarahan selama seminggu, sementara yang lain hanya mengalami pendarahan selama satu atau dua hari.

Baca juga: Cara Mengurangi Nyeri Haid Tanpa Obat

 

Siklus menstruasi dapat berlangsung selama 15 persen hingga 30 persen setiap bulan. Dengan begitu, sangat mungkin pada titik tertentu kalian dan teman, teman sekamar, atau rekan kerja akan mengalami haid di saat yang bersamaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X