Kompas.com - 14/12/2020, 12:20 WIB
Denny Kusuma, kolektor radio tua asal Bandung. KOMPAS.com/RENI SUSANTIDenny Kusuma, kolektor radio tua asal Bandung.

KOMPAS.comKolektor radio tua asal Bandung, Denny Kusuma menceritakan bagaimana suka duka kehidupannya menjadi kolektor barang kuno.

“Ada empat hal keuntungan menjadi kolektor (radio tua),” ujar Denny kepada Kompas.com, belum lama ini di Bandung.

Pertama, enak didengar. Denny menyebut, ratusan koleksi radio tuanya menghasilkan suara yang enak didengar.

Baca juga: Kolektor Asal Bandung Berbagi 4 Tips Merawat Radio Tua

Bahkan ia pernah menyalakan 99 radio. Suara dari 99 radio ini menciptakan semacam nada khas yang nyaman di telinga. 

Hingga, kata Denny, salah satu maestro seni, terkaget-kaget dengan suara yang dihasilkan itu.

Kedua, anak dilihat. Radio berkembang setiap saat. Begitu pun dari segi desain. Nah, si radio-radio tua ini memiliki desain yang beragam dan unik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, memiliki banyak teman. Denny mengaku, kecintaannya kepada radio tua membuatnya tiba-tiba memiliki banyak teman.

“Tiba-tiba banyak teman, dari Inggris, dari mana pun,” tutur dia.

Keempat adalah cuan alias uang. Ia tidak menampik mendapat keuntungan lumayan dari penjualan radio tua.

“Ada beberapa radio yang saya perjualbelikan. Ada juga radio yang tidak akan pernah saya jual, yakni radio yang berhubungan dengan sejarah kemerdekaan RI,” ungkap dia.

Baca juga: Kisah Si Kolektor Radio Tua, Berburu Punya Jenderal Soedirman

Salah satu pengalaman yang sulit ia lupakan adalah ia pernah membeli borongan radio tua dari orang tua yang sedang membutuhkan uang.

Saat itu, ia meminta harga Rp 40 juta. Tanpa pikir panjang ia pun membeli radio tua tersebut.

Koleksi radio tua Denny Kusuma.Dok DENNY KUSUMA Koleksi radio tua Denny Kusuma.

Ia kemudian menyusun radio tersebut dan mengunggahnya. Tiba-tiba, ada seseorang pemimpin perusahaan yang meneleponnya.

“Dulu masih zaman BB (BlackBerry). Seorang bos nelpon, dia lalu bilang sedang di Belanda dan melihat banyak radio berjejer,” kata dia.

Ia kemudian tertarik dengan radio Denny dan akan membelinya. Denny lantas mengantarkan radio itu dengan tiga mobil ke Jakarta.

Begitu sampai di Jakarta, radio itu dibeli seharga Rp 200 juta.

“Betapa bahagianya saya dan keluarga. Tapi saya bilang sama anak dan istri, Rp 160 jutanya akan dibelikan radio lagi,” kenang dia.

Jadi, meski bagi Denny mengoleksi radio adalah hobi, namun ada sisi lain yang juga bisa dia jadikan sebagai ladang investasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X