Kompas.com - 15/01/2021, 11:08 WIB
Anak bermain sepeda bersama orangtua thinkstock/monkeybusinessimagesAnak bermain sepeda bersama orangtua

KOMPAS.com - Memilih sepeda untuk anak seringkali membingungkan. Terlebih, ukuran anak-anak yang berbeda-beda, membuat orangtua semakin sulit memilihkan sepeda yang tepat.

Apalagi, pilihan sepeda untuk anak biasanya tak banyak dan tidak cukup beragam ketimbang sepeda untuk orang dewasa.

Untuk orangtua yang kebingungan, berikut adalah tips memilih sepeda yang pas untuk anak-anak:

1. Ukuran sepeda anak

Ukuran sepeda anak mengacu pada ukuran roda (ban) mereka. Ini berbeda dengan sepeda dewasa yang umumnya diukur dari ukuran rangka sepeda.

Ukuran roda umum untuk sepeda anak-anak adalah 12 inci, 14 inci, 16 inci, 18 inci, 20 incidan 24 inci. Semakin besar anak, sebaiknya orangtua juga memilih roda yang semakin besar.

  • Anak berusia 2-3 tahun dengan tinggi hingga 1 meter, sebaiknya memilih sepeda dengan diameter 12 inci.
  • Untuk anak berusia 3-4 tahun dengan tinggi 1-1,2 meter, sebaiknya memilih sepeda dengan diameter 14 inci.
  • Anak usia 4-5 tahun dengan tinggi 1,2- 1,5 meter sebaiknya memih sepeda dengan diameter 16 inci dan seterusnya.

Cara terbaik untuk menyesuaikan sepeda untuk anak adalah dengan mengukur inseam (jarak pangkal paha ke tanah). Jangan lewati langkah ini.

Sebuah sepeda yang disarankan untuk anak berusia 5 tahun, mungkin cocok juga untuk anak usia 4 tahun atau 6 tahun, tergantung tinggi anak.

Setiap anak berbeda, dan setiap anak berhak mendapatkan sepeda yang sesuai. Produsen sepeda yang baik akan mengungkapkan panjang inseam yang sesuai untuk setiap sepeda mereka.

Baca juga: Sepeda Apa yang Cocok Untuk Anda?

2. Menyesuaikan dengan ukuran

Untuk mengukur inseam anak, ambil pita pengukur dan buku. Minta anak untuk berdiri di dinding, tanpa alas kaki atau hanya dengan kaus kaki.

Mintalah mereka mengapit buku di antara kaki mereka, sedekat mungkin dengan selangkangan, dan tandai dinding di bagian atas buku.

Kemudian, gunakan pita pengukur dari lantai ke tanda yang sudah kamu buat tadi. Itulah ukuran inseam anak.

Saat akan membeli sepeda, siapkan info itu. Pilih sepeda yang berada dalam kisaran lebih rendah dari kisaran inseam yang direkomendasikan sehingga anak memiliki sedikit ruang untuk menapakkan kaki.

Disarankan tidak membeli sepeda yang ukurannya lebih tinggi. Mengendarai sepeda yang terlalu besar bisa membuat anak kesulitan, dan berbahaya bagi keselamatan mereka saat mengendarainya.

Meski begitu, untuk anak yang sudah bisa naik sepeda, akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan ukuran.

3. Ketahui kualitas sepeda

Ada banyak pilihan sepeda untuk anak-anak, dari yang mahal hingga yang murah. Namun range harganya tidak sebesar sepeda orang dewasa, alias pada kisaran tertentu saja.

Hal ini akan memudahkan kita mencari tahu mana merek yang pas dengan kantong dengan spesifikasi yang kita cari.

Perhatikan juga bentuknya, cari yang paling sesuai dan paling nyaman untuk anak. Ada beberapa pilihan, mulai dari sepeda mini hingga BMX.

Selain itu perhatikan bahan rangkanya. Kebanyakan sepeda anak dibuat dari besi atau aluminium. Besi atau stainless steel biasanya lebih tahan, sedangkan aluminium lebih ringan.

Lihat juga kelengkapan sepedanya, mulai dari ban, rantai, rem, hingga sadel. Bagian ini terutama berpengaruh untuk kenyamanan dan masa pakai.

Cari juga perbandingan beberapa merek di internet terkait seberapa awetnya sepeda, seberapa aman sepeda saat dipakai anak, dan tentunya berapa kisaran harga yang ditawarkan.

Kamu juga bisa menanyakan selera anak terkait model hingga warna. Biarkan mereka menentukan pilihannya sendiri.

Baca juga: Panduan Memilih Sepeda Gunung

Ilustrasi anak bermain di tamanSHUTTERSTOCK Ilustrasi anak bermain di taman
4. Beli di toko sepeda, bukan di supermarket

Membeli sepeda, sebaiknya tidak di supermarket. Selain pilihannya akan lebih banyak, toko sepeda biasanya lebih mengerti soal spesifikasi sepeda.

Namun meski membeli di toko sepeda, bukan berarti kamu bisa memilih sembarangan sepeda. Karena tak semua sepeda di toko sepeda adalah sepeda yang berkualitas.

Untuk itu, lakukan riset tentang apa yang diinginkan sebelum berbelanja.

Sepeda yang berkualitas biasanya akan lebih mahal. Namun hal itu diikuti kualitas dan tahan lama. Ini justru akan membuatmu berhemat.

Sepeda yang bagus akan awet nantinya bisa diberikan untuk adik atau orang lain, bahkan bisa dijual lagi.

Tanyakan berbagai pilihan yang ada kepada pegawai di toko, baik soal spesifikasi, bahan, hingga mana yang paling laku.

Lalu, jika membeli sepeda baru, cari sepeda dari pabrikan yang akan memberikan garansi. Ini penting jika ada kerusakan yang disebabkan kualitas buruk.

5. Pilih sepeda yang ringan

Sebagian besar sepeda anak-anak di pasaran relatif berat. Sepeda anak-anak biasanya memiliki berat mencapai 50% dari berat badan penungganya. 

Sepeda yang terlalu berat akan menyulitkan anak untuk bermanuver dan membuat mereka lelah saat menempuh perjalanan jauh.

Pilihlah frame sepeda berbahan aluminium atau titanium (meski jarang ada pada sepeda anak) jika mencari sepeda yang ringan.

Namun, kamu juga bisa tetap memilih bingkai berbahan baja dengan pertimbangan, komponen lain yang melekat akan lebih ringan. Positifnya, sepeda berbahan baja akan sangat kokoh.

6. Periksa remnya

Berlawanan dengan kepercayaan populer, rem coaster bukanlah pilihan teraman untuk anak-anak.

Rem coaster adalah rem yang difungsikan dengan memutar pedal dalam arah sebaliknya, atau mengayuh ke belakang.

Pada sepeda dengan harga murah, kualitas rem tangan yang digunakan biasanya akan lebih jelek. Rem yang tidak berkualitas sulit ditarik oleh anak-anak, sehingga perlu menggunakan rem coaster.

Namun, pada sepeda yang berkualitas, tuas rem akan dirancang untuk tangan anak yang kecil dan lemah. Orang dewasa harus bisa menekan tuas dengan jari kelingkingnya.

Rem coaster tidak direkomendasikan karena rem jenis ini sangat sulit untuk anak-anak yang baru belajar bersepeda.

Masalah kedua dengan rem coaster adalah tidak adanya modulasi — rem "on" atau "off". Untuk keluarga yang melakukan kegiatan berkendara serius, misalnya menuruni bukit, dll, ini bisa menjadi masalah. Dalam posisi "off", sepeda akan mudah tergelincir atau terkunci.

Salah satu alasan rem coaster adalah bahwa anak-anak kecil tidak cukup terkoordinasi untuk rem tangan. Tapi hal itu tidak benar.

Khususnya untuk anak-anak yang belajar bersepeda keseimbangan dengan rem tangan, transisi ke sepeda kayuh dengan rem tangan dan bukan rem coaster sebenarnya bisa lebih mudah.

Hampir semua sepeda dengan roda yang lebih besar dari 20 inci memiliki rem tangan, jadi penting bagi anak-anak untuk mempelajari cara memodulasi dan mengendarainya dengan rem tangan saat mereka masih kecil.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X