Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mouza, Brand Bandung yang "Kalahkan" Pandemi dan Sukses di Mancanegara

Kompas.com - 09/03/2021, 06:00 WIB
Reni Susanti,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Uniknya, 97 persen agennya adalah perempuan dan didominasi ibu rumah tangga (IRT).

Dini pun memang ingin bisnisnya tersebut bisa memberdayakan para ibu rumah tangga.

“Konsepnya membesarkan manfaat. Jadi saya tidak berjuang untuk diri sendiri, tapi kita harus ingat siapa di pinggir kita, lingkungan kita, harus benar-benar memberikan manfaat,” ungkap Dini.

Rupanya, konsep ini menyelamatkan banyak keluarga selama pandemi Covid-19.  Pada awal pandemi melanda, banyak suami agen yang terkena PHK, penghasilan menurun, dan lainnya.

“Istrinya (para agen) menjadi tulang punggung keluarga. Alhamdulillah, keluarga para agen ini bisa bertahan dengan baik,” ucap Dini.

Hal tersebut ditandai dengan kinerja Mouza yang memperlihatkan pertumbuhan positif pada tahun 2020, meski berpacu di tengah pandemi.

Baca juga: Lebaran 2020, Busana Muslim Sederhana Jadi Primadona

Meski hanya tumbuh 12 persen, hal tersebut patut disyukuri, karena perusahaan fashion lain banyak yang harus gulung tikar.

“Saat pandemi, Mouza tetap tumbuh, berikan reward pada agen. Karyawan juga gak ada yang dikurangi, pemotretan pun masih full,” ucap dia.

Dini menyebut, kuncinya adalah adaptasi. Selama pandemi, Mouza semakin menggencarkan cara penjualan online.

Dia memanfaakan fasilitas yang sudah tersedia di platform online, seperti Instagram, Facebook organik dan ads, jejaring marketplace, dan platform online lainnya.

Dini memberikan sedikit penekanan pada Facebook Ads. Dia mengimbau agar para pengusaha tidak takut mengeluarkan modal besar apabila ingin mendapat omzet melimpah.

Baca juga: Hijab dan Busana Muslim Bernuansa Tanah Masih Jadi Primadona

Kini, Mouza tengah disibukkan dengan produksi lebaran. Ada berapa produk yang disiapkan, di antaranya mukena, gamis, hingga pakaian sarimbit.

“Untuk pakaian sarimbit PO (pre-order) dah lama, sejak Januarian. Yang pesan sekitar 15.000,” ungkap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com