Kompas.com - 13/03/2021, 10:56 WIB
Seorang pedagang yang mengenakan masker melintas di depan mural imbauan untuk melawan COVID-19 di Jakarta, Minggu (29/11/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSeorang pedagang yang mengenakan masker melintas di depan mural imbauan untuk melawan COVID-19 di Jakarta, Minggu (29/11/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Seseorang yang sudah mendapatkan vaksin bukan berarti bisa hidup normal seperti sebelum pandemi.

Alasannya, vaksin tidak serta merta menghindarkan kita dari penularan virus Covid-19, selain kita juga perlu menjaga keselamatan orang lain.

Menurut panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), seseorang dianggap telah divaksinasi penuh dua minggu setelah menerima dosis kedua vaksin.

Dikatakan dokter spesialis penyakit menular, Kristin Englund, MD, orang yang telah divaksinasi penuh bisa menghadiri pertemuan kecil di dalam ruangan tanpa masker dengan orang lain yang juga sudah divaksinasi penuh.

Individu yang telah divaksinasi penuh juga dapat mengadakan pertemuan kecil dengan orang lain dari satu rumah tangga yang tidak divaksinas, selama tidak ada seorang pun di dalam rumah yang dianggap berisiko tinggi.

Selain itu, orang yang divaksinasi penuh tidak perlu dikarantina atau dites jika melakukan kontak erat dengan seseorang yang positif Covid-19, selama tidak menunjukkan gejala apa pun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun, apabila orang yang divaksinasi lengkap telah berada di sekitar seseorang yang sakit dan mengalami gejala, maka dia harus menjalani tes dan menjauh dari orang lain dulu," terangnya.

Baca juga: 5 Alasan Penting Tetap Memakai Masker Setelah Divaksin Covid-19

Penting juga untuk diperhatikan bahwa orang yang divaksinasi penuh harus terus memakai masker wajah dan menjaga jarak secara fisik saat berada di ruang publik, serta menghindari pertemuan sedang dan besar.

"Orang yang divaksinasi penuh tetap harus menghindari kontak langsung dengan orang yang tidak divaksinasi," ungkapnya.

"Terutama dengan orang yang tidak divaksinasi dan berisiko tinggi atau tinggal dengan orang yang tidak divaksinasi berisiko tinggi," sambung dia.

Kendati demikian, masih banyak yang harus dipelajari tentang seberapa efektif vaksin terhadap varian Covid-19 dan apakah vaksin tersebut mencegah orang menyebarkan virus atau tidak.

Data awal menunjukkan kemungkinan adanya penurunan penularan di antara orang-orang yang divaksinasi.

Oleh karena itu, selalu ada tindakan pencegahan yang baik dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mengamati tindakan pencegahan saat kita tidak merasa yakin pada kinerja vaksin.

"Kami akan terus memantau panduan terbaru dari CDC seiring dengan semakin banyaknya data yang tersedia," imbuhnya.

Baca juga: Sudah Divaksin, Masih Perlukah Karantina Setelah Bepergian?

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X