Kompas.com - 22/03/2021, 14:13 WIB
Anya Taylor-Joy berperan sebagai Beth Harmon di serial The Queen's Gambit. NetflixAnya Taylor-Joy berperan sebagai Beth Harmon di serial The Queen's Gambit.

KOMPAS.com - Bermain catur dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan rasional pada anak. Hasilnya, mereka lebih berani dalam mengambil risiko dengan perhitungan yang lebih matang.

Permainan catur kini kembali digemari salah satunya dengan popularitas serial Netflix, The Queen's Gambit.

Kontroversi terkait pertandingan Dewa Kipas dengan GothamChess juga membuat mata publik Indonesia kembali terarah pada olahraga olah otak ini.

Catur memang sudah lama dipercaya dapat meningkatkan kinerja otak dan kecerdasan. Namun, riset terbaru membuktikan bahwa ini juga berdampak positif pada keberanian seseorang untuk mengambil risiko.

Penelitian yang digelar Monash dan Deakin Universities menemukan bahwa anak yang diajari catur dan memainkannya secara rutin cenderung tidak menghindar risiko dibandingkan sesamanya.

Baca juga: Total Hadiah pada Laga Catur GM Irene Vs Dewa Kipas Dadang Subur

Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan matematika dan berpikir rasional yang lebih baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wali Kota Semarang Hendi menyaksikan anak-anak bermain catur raksasa pada peresmian Taman Kedondong yang sekarang sudah direnovasi menjadi Taman Kreatifitas Anak (TKA).Dok. Istimewa Wali Kota Semarang Hendi menyaksikan anak-anak bermain catur raksasa pada peresmian Taman Kedondong yang sekarang sudah direnovasi menjadi Taman Kreatifitas Anak (TKA).

Selain itu, riset serupa yang dipublikasikan di Journal of Development Economics juga menyatakan bahwa permainan catur sejak dini dapat menurunkan kecenderungan anak menghindari risiko melalui paparan situasi menang kalah dan persaingan.

Direktur di Pusat Ekonomi Pembangunan dan Keberlanjutan, Monash Business School, Profesor Asad Islam menjelaskan, risiko dan hadiah adalah konsep yang diartikulasikan dengan baik dalam permainan catur.

Pasalnya, dalam permainan ini pemain harus mampu mengorbankan pion dan kesatria untuk membantu menumbangkan raja lawan demi memenangi permainan.

Baca juga: Tips Mengajarkan Anak agar Suka Menolong

Oleh karena itu, anak akan diajarkan untuk mengambil keputusan yang diperlukan meski tidak selalu menyenangkan.

Selain itu, anak juga akan belajar bahwa ada harga yang harus dibayar dalam setiap keputusan yang diambil. Jika manajemen risiko dan keputusannya benar maka dalam jangka panjang akan berbuah manis.

"Pengorbanan semacam itu secara inheren berisiko karena jika perhitungan seseorang salah, pengorbanan itu bisa berakibat fatal, yang akhirnya menyebabkan kerugian yang cepat," ujarnya dilansir dari ABC pada Senin (22/2/2021).

Ia menguraikan, anak-anak perlu diajarkan bagaimana mengambil risiko dan perhitungannya. Hal ini akan bermanfaat untuk kehidupannya karena akan ada banyak risiko yang dihadapi dan biasanya datang dengan keuntungan yang sebanding.

Catur bisa menjadi cara orangtua untuk melatih anak membedakan antara mengambil risiko yang penuh perhitungan dengan perilaku sembrono. Dengan demikian, anak akan bisa menerapkan analisis dan strategi serupa saat menghadapi kondisi yang sulit di dunia nyata.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Pola Asuh dan Efeknya pada Anak



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X