Kompas.com - 30/04/2021, 12:47 WIB

KOMPAS.com - Anak pasangan Baim Wong dan Paula Verhoeven, Kiano Tiger Wong, dikabarkan positif Flu Singapura.

Sang ibu menuturkan, Kiano sempat mengalami gejala-gejala seperti demam hingga bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya.

Kiano kemudian dibawa ke dokter untuk diperiksa kondisinya.

Dari hasil diagnosis dokter, ditemukan bahwa Kiano tertular flu Singapura dari sebuah kolam.

Baca juga: Positif Flu Singapura, Kiano Alami Gejala Demam hingga Bintik-bintik Merah di Sekujur Tubuh

Adapun Flu Singapura dikenal juga dengan istilah penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease).

Melansir Mayo Clinic, ini adalah infeksi virus ringan dan menular yang umumnya terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Penyebab paling umum dari penyakit ini adalah infeksi coxsackievirus A16. Coxsackievirus termasuk ke dalam kelompok virus yang disebut enterovirus non-polio. Jenis enterovirus lainnya terkadang juga menyebabkan penyakit Flu Singapura.

Beberapa gejala Flu Singapura yang umumnya muncul, antara lain:

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kurang enak badan.
  • Lesi nyeri, merah, seperti lepuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Ruam merah, tanpa gatal tapi terkadang disertai lepuh, di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang bokong.
  • Mudah rewel pada bayi dan balita.
  • Kehilangan selera makan.

Periode dari infeksi awal hingga timbulnya tanda dan gejala (masa inkubasi) pada umumnya terjadi antara 3-6 hari.

Sering kali, tanda awal penyakit ini adalah demam, kemudian diikuti dengan sakit tenggorokan serta terkadang diikuti napsu makannya berkurang dan perasaan tidak enak badan.

1-2 hari setelah demam muncul, biasanya akan berkembang luka di depan mulut atau tenggorokan, begitu pula ruam pada tangan dan kaki (dan mungkin bokong).

Luka yang berkembang di bagian belakang mulut dan tenggorokan bisa jadi menandakan bahwa anak terinfeksi virus terkait yang disebit herpangina.

Adapun gejala herpangina yang lainnya termasuk demam tinggi mendadak dan dalam beberapa kasus, kejang.

Sementara luka yang berkembang di tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya sangat jarang terjadi.

Baca juga: Cerita Ayu Dewi Saat Anak Pertamanya Terkena Penyakit Flu Singapura

Penularan

Melansir WebMD, virus penyebab Flu Singapura dapat mengintai melalui cairan termasuk:

  • Air liur.
  • Lendir dari hidung atau paru-paru.
  • Cairan dari lecet atau koreng.
  • Feses.

Sementara penyebarannya dapat terjadi melalui:

  • Batuk atau bersin.
  • Kontak dekat seperti berciuman, berpelukan, berbagi alat makan, atau berbagi perlengkapan lainnya.
  • Kontak dengan kotoran, seperti saat mengganti popok.
  • Menyentuh permukaan dengan virus di atasnya.

Komplikasi

Komplikasi Flu Singapura sebetulnya jarang terjadi.

Biasanya, penyakit ini akan hilang setelah tujuh hingga 10 hari.

Namun, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi seperti:

  • Dehidrasi, sebab luka di area mulut dapat membuat anak kesulitan menelan cairan.
  • Pembengkakan pada selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (virus meningitis).
  • Pembengkakan otak (ensefalitis).
  • Pembengkakan otot jantung (miokarditis).
  • Kelumpuhan.

Baca juga: Bagaimana Menjaga Kesehatan Bayi dari Infeksi Virus dan Bakteri?

Pencegahan

Anak paling rentan menularkan virus dalam tujuh hari pertama sejak sakit.

Tetapi, virus tersebut bisa tinggal di tubuh mereka selama berhari-hari atau berminggu-minggu dan menyebar melalui ludah atau kotoran mereka.

Jadi, lakukan langkah-langkah berikut untuk menurunkan kemungkinan penularan, baik dari anak ke orang lain maupun untuk mencegah anak tertular:

  • Cuci tangan dengan hati-hati, terutama setelah mengganti popok atau menyeka hidung anak. Bantu anak-anak menjaga tangan mereka tetap bersih.
  • Ajari anakuntuk menutup mulut dan hidung mereka saat bersin atau batuk. Tisu adalah yang terbaik, tetapi lengan baju mereka juga bisa digunakan.
  • Bersihkan dan disinfeksi permukaan dan barang bersama seperti mainan dan gagang pintu.
  • Jangan memeluk atau mencium seseorang yang menderita penyakit tangan, kaki, dan mulut untuk sementara. Jangan berbagi cangkir atau peralatan dengan mereka.
  • Jangan biarkan anak berkontak dengan anak-anak lain sampai gejalanya hilang.

Perawatan

Obat bebas yang dapat ditemukan di pasaran dapat membantu mengurangi gejala, seperti demam dan nyeri yang disebabkan oleh lesi di mulut (sariawan).

Tapi, jangan pernah berikan aspirin pada anak.

Selain itu, usahakan anak minum banyak cairan.

Sariawan dapat menyebabkan anak kesulitan menelan sehingga mungkin juga tidak mau minum banyak air dan makan.

Konsultasikan ke dokter jika terjadi kondisi berikut:

  • Anak tidak minum banyak air untuk tetap terhidrasi.
  • Gejala tidak membaik dalam 10 hari.
  • Kekebalan tubuh anak melemah.
  • Gejalanya bertambah parah.
  • Anak masih sangat kecil, terutama di bawah usia enam bulan.

Baca juga: Cegah Infeksi Kulit, Pria Juga Butuh Merawat Kuku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.