Kompas.com - 03/05/2021, 20:27 WIB
Ilustrasi bayi cegukan. SHUTTERSTOCKIlustrasi bayi cegukan.

KOMPAS.com - Bayi yang baru lahir akan mendengar namanya diucapkan ratusan kali oleh orang-orang yang menemuinya.

Tapi di bulan pertama kehidupan, bayi belum mengenali namanya sebagai identitas diri. Lalu kapan bayi bisa mengenali namanya?

Sebenarnya tidak butuh waktu lama bagi bayi untuk mulai merespons dunia di sekitarnya. Bayi dapat menengok saat mengenali suara yang memanggilnya, entah ibu maupun ayah.

Tak jarang bayi tersenyum ketika namanya dipanggil. Kebanyakan orangtua mungkin berpikir anaknya sudah mengetahui nama.

Tapi faktanya, itu hanya sekadar respons karena bayi merasa akrab dan nyaman dengan suara yang memanggilnya.

Baca juga: 7 Pantangan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Ini juga menjadi pertanda bila pendengarannya bekerja dengan baik, adanya kontrol otot, dan membentuk keterikatan dengan orangtua.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usia 6 bulan

Biasanya bayi baru mengenali namanya sekitar enam bulan setelah lahir. Ini juga merupakan tonggak penting dan indikator awal perkembangan yang sesuai ada bayi.

Di antara usia lima hingga sembilan bulan, bayi akan mulai merespons ketika namanya dipanggil daripada hanya sekadar mendengar suara.

Baca juga: Apa Dampaknya jika Bayi dan Anak Kekurangan Vitamin D?

Menggunakan nama secara berulang untuk memanggil bayi menjadi cara efektif untuk membantunya mengenali diri.

Nada suara penuh kasih sayang, ekspresi wajah yang hangat, dan menghindari penggunaan nama panggilan akan membantu bayi mengenali namanya.

Orangtua bisa memanggil nama bayinya ketika sedang mengganti popok, menyusui, atau bermain.

Apabila di usia sembilan bulan bayi belum bisa merespons ketika namanya, orangtua harus memberi perhatian khusus.

Coba perhatikan lagi cara bayi berkomunikasi dan diskusikan dengan dokter anak atau penyedia layanan kesehatan terkait hal ini.

Baca juga: Bahaya Meluruskan Kaki Bayi Saat Dibedong

"Dari perspektif perkembangan bicara dan bahasa, tidak dapat mengenali nama bisa menjadi tanda masalah bahasa reseptif serta keterlambatan keterampilan komunikasi sosial.”

Demikian kata Dr. Caitlin Raaz, asisten profesor audiologi dan ilmu bahasa bicara di University of Northern Colorado Utara.

Tenaga profesional terlatih biasanya akan memberikan tes respons nama sederhana. Ini adalah alat efektif untuk mengidentifikasi.

Kabar baiknya, ada berbagai intervensi yang bisa dilakukan apabila muncul dugaan gangguan perkembangan.

Peran orangtua sangatlah penting dalam mengatasi gangguan ini. Sebab orangtua adalah guru pertama bagi seorang anak.

Baca juga: Sentuhan pada Bayi Ternyata Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan



Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X