Kompas.com - 26/06/2021, 11:54 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Hampir semua dari kita pernah digigit nyamuk, entah saat berada di luar ruangan atau di dalam rumah.

Selain bisa menularkan beberapa penyakit, gigitan nyamuk ini meninggalkan bekas bentol merah yang gatal.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan bekas gigitan nyamuk terasa gatal?

Melansir The Insider, rasa gatal yang dirasakan setelah digigit nyamuk berkaitan dengan air liur nyamuk dan sistem kekebalan kita.

Nyamuk tidak hanya menghisap darah, tetapi serangga ini juga memasukkan air liur ke dalam kulit. Proses inilah yang menyebabkan sistem kekebalan kita bereaksi terhadap iritasi.

"Reaksi sistem kekebalan di kulit ini memunculkan kemerahan dan gatal," kata Jeffrey M. Cohen, MD, dokter kulit Yale Medicine dan asisten profesor di Yale School of Medicine.

Baca juga: Perlu Tahu, Cara Obati Gigitan Nyamuk agar Tak Ada Bekas Luka

Namun, kita tidak perlu khawatir soal rasa gatal akibat gigitan nyamuk, karena ada beberapa solusi untuk meredakannya.

1. Jangan menggaruknya

Meskipun keinginan kita untuk menggaruknya begitu besar, ada baiknya kita bersabar dan menghindari tindakan ini.

"Menggaruk dapat mengiritasi area gatal lebih dari yang sudah ada, dan membuat gigitan bertahan lebih lama dan lebih gatal," kata Cohen.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.