Kompas.com - 18/07/2021, 08:29 WIB
Dr Faheem Younus saat menghadiri simposium Covid-19 secara virtual yang diselenggarakan oleh Humanity First Indonesia, Sabtu (17/7/2021). TANGKAP LAYAR YOUTUBE HUMANITY FIRST INDONESIADr Faheem Younus saat menghadiri simposium Covid-19 secara virtual yang diselenggarakan oleh Humanity First Indonesia, Sabtu (17/7/2021).

KOMPAS.com - Nama Dr Faheem Younus, MD belakangan semakin dikenal oleh pengguna media sosial tanah air.

Sebab, dalam beberapa pekan terakhir, ilmuwan dan dokter dari University of Maryland School of Medicine Health, Amerika Serikat itu tampak rajin mengunggah Tweet berisi saran kesehatan dalam Bahasa Indonesia.

Saran-saran kesehatannya pun mendapatkan banyak respons dari warganet.

Banyak pula yang penasaran dengan alasan kenapa seorang Faheem Younus ngetweet menggunakan Bahasa Indonesia.

Ternyata, dokter yang mengantongi Certified Physician Executive (CPE) dan penghargaan Top Doc pada 2017 dan 2018 itu punya satu alasan mulia.

Sejak pandemi Covid-19 merebak, ia terus mengikuti perkembangannya, tak hanya pandemi di AS tetapi juga di negara-negara lain.

Ternyata, ini bukan pertama kalinya Younus mengunggah tweet menggunakan bahasa asing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, ia juga pernah menunggah saran-saran kesehatan menggunakan bahasa seperti Bahasa India, Bahasa Spanyol, hingga Bahasa Urdu.

"Saat itu Twitter saya gunakan untuk membantu masyarakat India ketika sedang krisis (pandemi), saya juga mengunggah tweet dalam Bahasa Spanyol untuk orang-orang Amerika Selatan -seperti Peru, Brasil, Ekuador, Argentina, karena banyak dari mereka belum sadar seberapa parah pandemi di sana."

"Saya juga mengunggah tweet dalam Bahasa Urdu, bahasa ibu saya karena saya lahir dan besar di Pakistan," ungkap Younus dalam Simposium Covid-19 bersama Humanity First Indonesia, Sabtu (17/7/2021).

Selama enam hingga tujuh minggu terakhir, ia melihat Indonesia sepertinya akan menjadi negara berikutnya yang menghadapi krisis pandemi.

Pada awalnya, Younus masih memberi saran kesehatan menggunakan Bahasa Inggris, baru kemudian mulai beralih ke Bahasa Indonesia.

Baginya, ini adalah kesempatan untuk melayani masyarakat sebagai seorang dokter.

"Saya memang tidak mengetahui segalanya dan tidak akan menyelesaikan masalah yang ada, tapi saya ingin jadi "tentara kecil" dalam perjuangan ini dan mengingatnya di tahun-tahun yang akan datang bahwa saya sudah berusaha memainkan peran saya dalam pandemi ini. Itu saja motivasi saya," tuturnya.

Baca juga: 7 Saran Dokter Faheem Younus untuk Lawan Covid-19 di Indonesia


Berawal dari Google translate

Banyak warganet penasaran tentang siapa yang membantu Younus mengunggah tweet dalam Bahasa Indonesia.

Rupanya, dokter yang menjabat sebagai akademisi dengan status Adjunct Associate Professor di School of Medicine, University of Maryland itu mengawalinya dengan mesin penerjemah Google (Google translate).

Setelah itu, sempat ada orang yang menawarkan bantuan untuk menerjemahkan beberapa tweet menjadi Bahasa Indonesia. Meski sempat menerima bantuan tersebut, ia memutuskan kembali lagi menggunakan Google translate.

"Sekarang saya kembali ke Google translate 100 persen," ucapnya.

Younus menceritakan kerja kerasnya dalam menerjemahkan satu tweet.

Pertama kali, ia akan menerjemahkan kalimat dalam Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, lalu kemudian menerjemahkannya balik ke Bahasa Inggris untuk memeriksa apakah ada kesalahan.

Prosesnya cukup memakan waktu. Untuk itu, ia hanya sanggup mengunggah beberapa tweet Bahasa Indonesia dalam sehari.

Dokter yang menjabat Vice President dan Chief Quality Officer di UM Upper Chesapeake Health itu mengatakan, dirinya tulus mengharapkan yang terbaik untuk Indonesia dan hal ini dilakukan bukan untuk ketenaran pribadi.

Ia bahkan menyampaikan pesan spesial bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, pesan ini adalah satu-satunya kalimat Bahasa Indonesia yang diketahuinya.

"Indonesia akan baik-baik saja, pandemi ini akan berakhir," katanya dalam Bahasa Indonesia.

Baca juga: Faheem Younus, Dokter AS yang Rajin Ngetwit Soal Pandemi di Indonesia



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.