Kompas.com - 22/07/2021, 21:43 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Bukan hanya mertua yang bisa menyebalkan dan memperlakukan menantunya secara kasar. Terkadang, hal sebaliknya bisa terjadi.

Bayangkan jika putra kita yang sebelumnya menjadi pusat perhatian dan dunia kita, kini hanya bisa berbincang dua kali dalam satu bulan karena istrinya penuh rasa cemburu. Kesal, kan?

Jika tidak menyesuaikan diri dengan baik, menantu bisa menjadi pengontrol, kasar, atau terkadang terlalu cemburu.

Untuk itu, tanganilah menantu pencemburu kita dengan baik dengan memahaminya.

Berikut ini, ada beberapa cara untuk memahami dan menghadapi menantu pencemburu yang bisa kita coba.

Terima dia

Bisa jadi menantu kita berlaku kurang baik karena dia merasa tidak diterima.

Keluarga kita harus bisa memahami dan menerima dia sebagai pilihan putra kita. Buatlah dia serasa berada di rumahnya sendiri.

Ingat, menantu kita rela meninggalkan keluarganya untuk tinggal bersama kita. Karena itu, perlakukan dia layaknya keluarga kita sendiri.

Intinya, sebelum mencari-cari kesalahan dan menghakimi menantu, terima dan pandang dia sebagai anggota keluarga.

Kebaikan, kunci dari segalanya

Hari pertama di tempat baru bisa jadi sangat sulit karena kita harus memahami tradisi dan kebiasaan baru. Hal ini juga pasti dirasakan oleh seorang menantu.

Mungkin saja dia bertingkah buruk karena perubahan ini. Jadi, jangan buat situasi makin sulit baginya dengan berbuat kasar atau menekan.

Jadilah baik dan sopan!

Baca juga: Mengapa Ibu Mertua dan Menantu Perempuan Jarang Akur?

Jadilah sahabatnya

Saat menantu menginjakkan kaki di rumah kita, hanya putra kita lah yang dia kenali. Bantu dia memahami keluarga dan kerabat kita dengan menjadi sahabat barunya,

Alih-alih berperan sebagai ibu mertua, fokuslah dalam mendukung hidup barunya.

Pikirkan masa depan keluarga kita

Kita tentu ingin memiliki cucu. Bahkan, kita sudah mulai memikirkan nama mereka dari sekrang.

Namun, bagaimana jika kita memiliki hubungan yang buruk dengan menantu?

Ingatlah peran penting menantu dalam masa depan keluarga kita. Jangan kaku terhadapnya dan menjadikannya si jahat, coba dan pahami juga sisi ceritanya.

Batasan itu penting

Jangan ikut campur dalam urusan putra dan menantu kita, terlepas dari seberapa ingin kita membantu mereka.

Biarkan mereka datang pada kita dan meminta tolong jika mereka mau.

Penting untuk menetapkan batas dan memberi ruang pada siapapun yang hidup bersama kita. Hormati privasi mereka dan hargai jika mereka melibatkan kita dalam masalahnya.

Pahami dia sebelum memakinya

Kecemburuan adalah emosi kuat yang datang saat seseorang dilanda kecemasan.

Terkadang kita membuat praduga tidak-tidak pada menantu akibat kita yang tidak mau mendengarkan dan memahami perspektif orang lain. Jangan lakukan ini pada menantu kita.

Habiskan waktu bersamanya dan kenali dia lebih baik, hingga dia akhirnya akan terbuka kepada kita.

Baca juga: Hindari Konflik dengan Mertua, Ini Kiat Jadi Menantu Idaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.