Kompas.com - 04/08/2021, 09:05 WIB
Ilustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. SHUTTERSTOCK/TRAVELPIXSIlustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah cara belajar anak-anak dari sekolah tatap muka beralih ke pembelajaran virtual untuk melindungi mereka dari penyebaran virus.

Meski banyak anak jadi kurang semangat, namun selalu ada hal positif yang dapat diambil dari situasi apa pun.

Baru-baru ini sebuah survei menyoroti pendapat yang berbeda dalam pembelajaran virtual.

Menurut Study Finds, sebuah survei menunjukkan bahwa banyak orangtua justru merasa anak mereka lebih fokus pada pelajaran ketika mereka belajar secara virtual.

Survei oleh OnePoll ini mengamati 2.000 orangtua di Amerika Serikat (AS) yang memiliki anak usia sekolah.

Hasil survei memperlihatkan bahwa satu dari tiga anak memiliki pandangan yang positif tentang pembelajaran virtual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, 72 persen orangtua mengatakan bahwa pembelajaran virtual adalah game changer yang membawa perubahan besar dan akan bertahan lama sekalipun pandemi ini berakhir.

Baca juga: Anak Bosan Sekolah Online, Ini 3 Solusinya Menurut Ahli

Ketika survei membahas secara spesifik tentang apa yang sangat disukai orangtua mengenai pembelajaran virtual, jawabannya pun sangat mencerahkan.

Ditemukan sebanyak 46 persen orangtua mengatakan bahwa anak-anak mereka mengajukan lebih banyak pertanyaan saat pembelajaran virtual dan itu menanamkan kebiasaan belajar yang baik di usia dini.

Menurut para orangtua, anak-anak mereka juga dapat melakukan banyak tugas dengan lebih baik dan lebih fokus pada hal-hal yang positif saat mengikuti pembelajaran virtual.

Alasan lain mengapa orangtua menyukai pembelajaran virtual adalah karena mereka percaya bahwa gaya belajar seperti ini sangat menguntungkan anak-anak.

Sebanyak 43 persen orangtua menyatakan bahwa bentuk pembelajaran ini membiarkan anak-anak belajar dengan kecepatan mereka sendiri.

Para orangtua juga merasa pembelajaran virtual menghasilkan ukuran kelas yang lebih kecil, sehingga anak-anak mendapat perhatian lebih baik dari para pendidik.

Tentu kondisi ini menjadi ideal jika semua anak memiliki perangkat dan koneksi yang baik. Artinya tidak bisa disamakan dengan mereka yang tidak memiliki alat memadai.

Baca juga: Sekolah Secara Virtual Dapat Merusak Kesehatan Mental Anak, Benarkah?



Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.