BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Polytron

Jangan Cuma Dingin, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Beli AC

Kompas.com - 09/11/2021, 08:05 WIB
|

KOMPAS.com – Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki kondisi udara yang cenderung panas dan lembap sepanjang tahun, sekalipun terdapat musim hujan.

Dengan kondisi seperti itu, tak heran banyak orang memiliki air conditioner (AC) atau pendingin udara di rumahnya. Sebab, perangkat ini menjadi solusi efektif untuk menyejukkan ruangan. Penghuni pun bisa beraktivitas dan beristirahat dengan nyaman.

Nah, bagi yang berencana membeli AC, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Pasalnya, jika hanya mempertimbangkan dingin, semua AC yang ada di pasaran juga punya hal serupa.

Sesuaikan PK dengan ukuran ruangan

Sebelum membeli AC, sebaiknya pastikan dulu luas ruangan yang akan dipasang pendingin ruangan. Sebab, perangkat tersebut punya kapasitas pendinginan berbeda-beda yang dapat disesuaikan dengan luas ruangan.

Kapasitas pendinginan AC dikenal denga satuan paard kracht (PK). Contohnya, ¾ PK, ½ PK, 1 PK, 1 ½ PK, dan 2 PK. Semakin luas ruangan, semakin besar ukuran PK yang dibutuhkan.

Diberitakan Kompas.com, Senin (25/1/2021), ruangan seluas 10 meter persegi bisa menggunakan AC ½ PK untuk mendinginkan ruangan. Sementara, AC ¾ PK cocok dipasang pada ruangan berukuran 14 meter persegi dan 1 PK untuk ruangan berukuran 18 meter persegi. Untuk ruangan di atas 20-36 meter persegi, AC 1 ½ PK atau 2 PK adalah pilihan tepat.

Konsumsi listrik

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan saat hendak membeli AC adalah besaran konsumsi listrik. Apalagi, jika rumah minim ventilasi dan cuaca sedang panas-panasnya, penggunaan AC otomatis jadi lebih sering.

Agar ruangan tetap sejuk dan tagihan listrik aman, pilih AC berdaya rendah. Selain itu, pastikan kapasitas pendingin udara yang dibeli sesuai dengan luas ruangan.

Sebab, jika AC dengan PK kecil dipasang pada ruangan besar, mesin akan bekerja lebih keras demi mencapai suhu yang diinginkan. Hal ini mengakibatkan konsumsi listrik semakin besar.

Fitur pendukung kesehatan

Pada masa pandemi Covid-19, kesehatan menjadi harga mati. Karena itu, AC juga perlu memiliki fitur pendukung kesehatan, seperti high-efficiency particulate air (HEPA) dan filter karbon. Ini mengingat udara merupakan salah satu media penularan virus.

Diberitakan Kompas.com, Kamis (9/7/2020), teknologi HEPA berada di peringkat antara 17 dan 20 dalam pengukuran minimum efficiency reporting value (MERV). Sementara, tingkatan MERV secara umum hanya 1 hingga 16.

MERV sendiri adalah metode pengukuran yang diinisiasi American Society of Heating, Refrigeration and Air Conditioner Engineers. Semakin tinggi nilai MERV, semakin efisien filter dalam menjebak partikel di udara.

Dengan begitu, AC dengan teknologi HEPA mampu menghilangkan bau tidak sedap sekaligus mengurangi partikel bebas di udara termasuk jamur, bakteri, dan virus

Antibising dan antikarat

Tak hanya memakan energi listrik, AC juga kerap menimbulkan suara selama dioperasikan.

Sebagian besar orang barangkali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun, demi kenyamanan, tak ada salahnya memilih pendingin udara yang berspesifikasi low noise.

Selain itu, pilih pula AC yang sudah menggunakan material antikarat. Sebab, seiring pemakaian, komponen AC rentan mengalami pengaratan, khususnya pada bagian evaporator dan kondensor.

Evaporator merupakan bagian penting dari sistem pendingin udara karena berfungsi menyerap panas di udara. Sayangnya, udara yang terserap biasanya juga membawa debu dan kotoran sehingga komponen ini mengalami korosi seiring waktu berjalan.

Begitu pula dengan kondensor. Malahan, komponen ini lebih rentan karat karena diletakkan di luar ruangan. Tak hanya disebabkan debu yang hinggap, tapi juga hujan dan lembap.

Jika evaporator dan kondensor bermasalah akibat korosi, AC pun tidak bisa bekerja secara optimal.

Satu dari sekian banyak merek AC di pasaran, pendingin ruangan Smart Neuva Pro dari Polytron bisa menjadi pertimbangan. Sebab, sesuai namanya, pendingin udara ini dilengkapi fitur dan teknologi pintar yang memberikan beragam manfaat bagi penggunanya.

Salah satunya, fitur Auto Cleaning yang dapat membersihkan evaporator secara otomatis sekaligus mengurangi timbulnya jamur serta bakteri penyebab asma dan penyakit paru-paru. Dengan begitu, selain mendapat manfaat kesehatan, pengguna bisa menghemat biaya cuci AC hingga dua kali dalam setahun.

Fitur pintar selanjutnya yang tertanam di Smart Neuva Pro adalah Intelligent Cooling Enhancer. Bersama teknologi High Cooling Capacity, fitur ini membuat AC tersebut mampu mendinginkan ruangan bersuhu 31 derajat Celsius menjadi 18 derajat Celsius dalam waktu tujuh menit.

Hal menarik lain, Smart Neuva Pro sudah ditanami sensor pendeteksi gangguan. Saat AC mengalami bocor, filter kotor, atau tidak kunjung dingin, perangkat akan mengirimkan notifikasi ke Polytron Smart Home App. Kemampuan ini mempermudah pengguna dalam merawat dan menentukan langkah penanganan.

Polytron Smart Home App sendiri adalah Smart Internet Of Things (IoT) System atau aplikasi yang dapat mengontrol penggunaan perangkat pintar pabrikan Polytron secara keseluruhan. Salah satunya, menjadwalkan pemakaian AC pada jam-jam tertentu.

Aplikasi tersebut juga memungkinkan pengguna mengetahui besaran listrik yang dikonsumsi saat AC dinyalakan. Informasi ini disajikan secara real-time dan sudah dikonversi dalam rupiah oleh Polytron Smart Home App. Dengan begitu, penggunaan listrik dapat dikontrol.

Apalagi, Smart Neuva Pro sudah dilengkapi Soft Start 450VA, yakni sirkuit pengendali arus listrik. Fitur ini membuat AC tidak membutuhkan daya besar saat AC dinyalakan.

Soal kualitas udara, AC tersebut sudah dilengkapi HEPA dan carbon filter sehingga dapat menyaring debu hingga 90 persen, mencegah penyebaran bakteri, serta menghilangkan bau tidak sedap. Alhasil, udara dalam ruangan jadi lebih bersih, segar, dan sehat.

Kenyamanan menggunakan Smart Neuva Pro semakin bertambah dengan kehadiran fitur 4D Auto Swing. Fitur ini dapat mengalirkan udara dari segala arah, yakni atas, bawah, kiri, dan kanan. Dengan begitu, jangkauan pendinginan semakin luas.

Tak kalah penting, Smart Neuva Pro dibuat dengan menggunakan material antikarat. Lapisan Hydrophilic Aluminium yang terdapat pada kondensor dan evaporator membuat komponen ini tahan terhadap korosi serta jamur.

Bagaimana? Sudah menentukan AC yang hendak dibeli? Atau malah tertarik pada AC pintar Smart Neuva Pro?

Untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai pendingin udara tersebut, silakan kunjungi laman www.polytron.me/SmartNuevaPro.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.