Kompas.com - 24/12/2021, 07:45 WIB

KOMPAS.com - Memberikan hadiah bagi pasangan di momen spesial adalah hal yang romantis. begitu pula ketika Natal.

Tapi hal ini akan berubah menjadi bencana jika kita tidak mengkalkulasikan uang yang dikeluarkan saat membeli hadiah.

Banyak orang yang begitu mencintai pasangannya, rela merogoh kocek dalam agar orang yang dicintai bahagia.

Padahal, hadiah yang spesial dan bermakna tidak selalu dinilai dengan mahalnya harga.

Hadiah mencerminkan komitmen

Salah satu tujuan pemberian hadiah adalah untuk menjaga dan mempererat hubungan.

Asuka Komiya dkk. (2019) mengemukakan bahwa pemberian hadiah merupakan sinyal komitmen.

Sejumlah peneliti ini mengeksplorasi hubungan antara intensitas pemberian hadiah dengan tingkat perceraian di Amerika Serikat dan Jepang, serta menguji hipotesisnya.

Ketika meneliti intensitas pertukaran hadiah oleh pasangan di AS yang sudah menikah, ditemukan angka perceraian relatif tinggi.

Baca juga: 5 Rekomendasi Kado Natal buat Kamu yang Masih Bingung Menentukan

Diketahui pula pasangan di AS lebih mungkin untuk memberi dan menerima hadiah daripada di Jepang, yang tingkat perceraiannya lebih rendah.

Dalam studi kedua, didapati pasangan di Jepang yang sudah menikah tetapi memiliki banyak kesempatan berhubungan, lebih mungkin untuk bertukar hadiah daripada yang tidak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.