Syafiq Basri Assegaff
Pengamat masalah sosial

Pengamat masalah sosial keagamaan, pengajar di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta.

5 Tips Rahasia agar Disukai Orang Lain

Kompas.com - 06/01/2022, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Jika Anda tidak menunjukkan bahwa Anda menyukai seseorang, maka orang itu akan menganggap Anda tidak suka padanya. Sebab, orang takut ditolak, merasa rejected. Oleh karena itu, berikan tanda-tanda (sinyal) bahwa Anda menyukainya.

Kedua, kita menyukai orang yang suka pada Kita. Ada efek timbal-balik di sini. Jika Anda suka pada lebih banyak orang, maka akan ada lebih banyak orang yang menyukai Anda. Secara saintifik diketahui bahwa orang takut jika tidak disukai (ditolak) orang lain. Sebab rumusnya adalah, "kita akan suka pada orang yang menyukai kita."

Manusia memang unik: ketika (pada saat) seseorang mengetahui bahwa ada seorang lain menyukainya, maka dia pun akan menyukainya. Dari studi yang ada, kata Vanessa, siswa-siswa yang paling populer di sekolah biasanya menyukai banyak orang, sehingga mereka juga disukai orang banyak.

Ketiga, gunakan "dampak saling suka karena kesamaan" (the similarity attraction effect). Kembali kepada butir sebelumnya, orang suka pada mereka yang menyukainya. Kita menyukai orang yang sama atau serupa dengan kita, punya minat yang sama, tampil serupa dengan kita, dan sebagainya. Lalu, gunakan hal tersebut pada langkah berikutnya di bawah.

Keempat, cari dan tunjukkan kesamaan dengan orang lain. Segera setelah mengetahui adanya hal yang sama dengan orang lain, tunjukkan hal itu padanya. Jangan biarkan kesamaan itu lewat begitu saja. Suguhkan keserupaan Anda dengan orang itu. Bisa dalam bentuk yang sederhana, misalnya sama-sama menyukai menu makanan tertentu, sama-sama mengenal tuan rumah acara yang Anda hadiri, pernah merasakan kesedihan serupa, menyukai film atau lagu yang sama, atau sama-sama lulusan sekolah tertentu, dan sebagainya.

Kelima, bersikaplah apa adanya. Be real, kata Vanessa. Jangan berpura-pura, atau menjadi Drama Queen atau Drama King.

Riset dari UCLA meneliti 500 kata sifat (adjectives) berdasarkan perannya pada likability. Hasilnya menunjukkan bahwa adjectives itu tidak berhubungan dengan apakah seseorang itu bersifat (tampak) pintar (smart), menarik secara fisik (attractive), atau suka 'ceplas-ceplos' (extrovert), melainkan sangat berkaitan dengan tiga sikap (sifat) berikut: ketulusan (sincerity), terbuka (transparency), dan kemampuan (niat) untuk mau memahami pihak lain (capacity for understanding).

Maka, langkah yang bisa dilakukan adalah: kenali diri sendiri. Bersikaplah apa adanya dalam berpendapat, memiliki hobi dan nilai-nilai mulia dan berpeganglah terus kepadanya. Jadikan prioritas untuk mengetahui apa yang selalu menarik bagi kita, bacalah lebih banyak buku dan tingkatkan wawasan kita. Kemudian, sampaikan apa-apa yang Anda sukai itu pada orang lain yang kiranya memiliki kesamaan dengan kita.

Satu tahap sebelum semuanya itu dan merupakan hal penting, kata Vanessa, adalah sukai diri sendiri (like yourself). Jika Anda tidak senang pada diri sendiri, sulit rasanya mengharapkan orang lain menyukai kita.

Walhasil, selayaknya kita ingat bahwa, "orang-orang yang banyak disukai orang lain akan memiliki karisma lebih besar (charismatic) dan jauh lebih berpengaruh (influential)."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.