Apa Bahaya Debu Vulkanik bagi Kesehatan? - Kompas.com
BrandzView

Apa Bahaya Debu Vulkanik bagi Kesehatan?

Rosmha Widiyani
Kompas.com - 14/02/2014, 09:44 WIB
SALASI DAROJAH Suasana jalanan di wilayah Gamping, DI Yogyakarta, Jumat (14/2/2014) pagi akibat hujan abu Gunung Kelud yang meletus pada Kamis pukul 23.50 WIB.


KOMPAS.com — Material vulkanik dari letusan gunung berapi dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Muntahan material terutama debu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernafasan.

Seperti diungkapkan ahli kesehatan paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dr Agus Santoso, SpP, ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa besar dampak debu vulkanik terhadap kesehatan. Faktor ini di antaranya konsentrasi partikel, proporsi debu yang terhirup, serta kondisi meteorologi.

Menurut Agus, debu vulkanik yang halus dan berukuran sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikron, berpotensi mengganggu pernapasan. Bahkan, debu berukuran kurang dari 5 mikron dapat menembus saluran pernapasan bagian bawah atau organ paru-paru.

Efek atau dampak debu vulkanik juga ditentukan oleh partikel pendukungnya. Debu yang disertai kristal silika menimbulkan dampak lebih merusak dan menyebabkan gangguan pernapasan berat.

Sementara itu, debu vulkanik yang disertai hawa panas dapat membawa debu piroklastik dengan permukaan tidak teratur dan cenderung tajam. Gangguan akibat debu piroklastik ini bisa menyebabkan kematian karena luka pada saluran pernapasan.

Debu vulkanik lain yang patut diwaspadai, kata Agus, adalah yang disertai gas CO, H2S, SO2, dan bersifat asam.

Dampak debu vulkanik bagi kesehatan, lanjut Agus, secara umum terbagi menjadi dua, yaitu efek akut dan kronik. Efek akut terbagi menjadi iritasi saluran napas, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), atau kesulitan bernapas pada penderita gangguan paru sebelumnya seperti penyakit asma.

Sementara itu, efek kronik terjadi setelah paparan bertahun-tahun. Hal ini ditandai adanya penumpukan abu silika dalam paru, yang disebut silikosis. Penderita akan mengalami penurunan fungsi paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Kondisi meteorologi, kata Agus, juga turut berpengaruh, yakni korban yang berdiri sesuai arah angin saat muntahan abu vulkanik kemungkinan menghirup lebih banyak dibanding yang berlokasi melawan arah angin.

Kendati begitu, efek merugikan dari debu vulkanik, terang Agus, bisa dicegah dengan penggunaan masker khusus. "Gunakan masker. Jika memungkinkan gunakan masker kategori N 95-N 100," kata Agus yang menambahkan masker tersebut mencegah masuknya debu berukuran kurang dari 10 mikron.

Bila telanjur terpapar, Agus menyarankan secepatnya ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk efek akut bisa diatasi dengan obat batuk, pengurang sesak, pengencer dahak, atau radang.

Pemeriksaan sederhana yang dilakukan adalah pengukuran menggunakan peakflow. Alat ini mengukur puncak udara keluar dari paru-paru. Sedangkan untuk paparan yang lebih lama, biasanya diperlukan rontgen paru.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRosmha Widiyani
EditorAsep Candra
Komentar

Terkini Lainnya

Gaun yang Mencirikan Kebebasan dari Eddy Betty

Gaun yang Mencirikan Kebebasan dari Eddy Betty

Look Good
Pesta Batik, Meningkatkan Gairah Batik di Kalangan Muda

Pesta Batik, Meningkatkan Gairah Batik di Kalangan Muda

Look Good
Lakukan Ini Bila Memergoki Teman yang Selingkuh

Lakukan Ini Bila Memergoki Teman yang Selingkuh

Feel Good
Warna Lensa Kacamata Apa yang Cocok Untuk Kegiatan Anda?

Warna Lensa Kacamata Apa yang Cocok Untuk Kegiatan Anda?

Look Good
Benarkah Imunisasi MR Menyebabkan Kelumpuhan?

Benarkah Imunisasi MR Menyebabkan Kelumpuhan?

Feel Good
Lebih Percaya Diri dengan Operasi Pembesaran Kelopak Mata

Lebih Percaya Diri dengan Operasi Pembesaran Kelopak Mata

Look Good
Hidup Bahagia Dimulai dengan Tidur dan Seks Berkualitas

Hidup Bahagia Dimulai dengan Tidur dan Seks Berkualitas

Feel Good
Cari Gaya Busana Pria Terkini di Pekan Mode Pria Plaza Indonesia

Cari Gaya Busana Pria Terkini di Pekan Mode Pria Plaza Indonesia

Look Good
Berapa Lama Waktu Ideal Anak Main Gawai?

Berapa Lama Waktu Ideal Anak Main Gawai?

Feel Good
Orang 'Mapan' Lebih Merasakan Manfaat Diet Mediterania

Orang "Mapan" Lebih Merasakan Manfaat Diet Mediterania

Eat Good
Jurusan Kuliah Favorit Para Orang Terkaya di Dunia

Jurusan Kuliah Favorit Para Orang Terkaya di Dunia

Feel Good
Bukan Diminum, Begini Cara Terbaik Konsumsi Cuka Apel

Bukan Diminum, Begini Cara Terbaik Konsumsi Cuka Apel

Eat Good
Lakukan Ini Saat Anda Merasa Tak Bahagia

Lakukan Ini Saat Anda Merasa Tak Bahagia

Feel Good
Olahraga Tak Sekadar Menurunkan Berat Badan!

Olahraga Tak Sekadar Menurunkan Berat Badan!

BrandzView
Mengejar Mimpi yang Tertunda

Mengejar Mimpi yang Tertunda

Feel Good
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM