Sering Lesu dan Kurang Gairah? Mungkin Testosteron Anda Rendah - Kompas.com

Sering Lesu dan Kurang Gairah? Mungkin Testosteron Anda Rendah

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 08/04/2017, 11:22 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Ketika usia mulai merayap mendekati 40 tahun, Anda mungkin menyadari kemampuan fisik tak setangguh sebelumnya. Tubuh mulai sering didera rasa lelah, stamina mudah turun, gairah seks rendah, dan lingkar pinggang bertambah.

Kebanyakan pria hanya menganggap keluhan itu sebagai hal yang wajar seiring pertambahan usia. Padahal, meski usia kronologis terus bertambah, sebenarnya fungsi-fungsi tubuh bisa tetap dipertahankan seperti usia muda.

Menurut dr.Nugroho Setiawan, spesialis andrologi, tak banyak pria yang menyadari penurunan kondisi fisiknya sebenarnya disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron atau dalam dunia kedokteran disebut hipogonadisme.

"Kekurangan hormon testosteron banyak dialami oleh pria akibat penambahan usia. Namun kondisi ini banyak tidak disadari karena masih kurangnya informasi terkait kesehatan pria," paparnya dalam cara temu media yang diadakan PT.Bayer Indonesia di Jakarta (6/4/2017).

Kadar testosteron yang normal adalah 300 ng/mL. Kekurangan testosteron berdampak luas pada kesehatan fisik dan mental pria. Misalnya saja hilangnya massa dan kekuatan otot, mengalami kegemukan di perut, kulit kering, depresi, hingga berkurangnya hasrat seksual.

Pria yang menderita kesulitan ereksi, gairah seks meredup, obesitas, atau menderita penyakit diabetes, disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar testosteronnya.

Kekurangan testosteron sebenarnya dapat diatasi, namun hanya sedikit pria yang mendapat terapi yang diperlukan.

"Terapi yang bisa dilakukan adalah sulih hormon dengan testosteron undekanoat, bisa dalam bentuk gel, tablet, atau suntikan. Namun, yang paling efektif hasilnya adalah suntikan," kata dokter yang berpraktik di RS Fatmawati Jakarta ini.

Terapi sulih hormon pada pria yang berusia di atas 50 tahun bisa dilakukan dalam jangka panjang, sementara pada yang berusia muda pada umumnya hanya sementara.

"Pada pasien yang muda, dengan perubahan pola hidup sebenarnya bisa membuat kadar testosteron normal lagi. Syaratnya harus memiliki gaya hidup sehat, lingkar pinggang diturunkan, dan menjaga istirahatnya," katanya.

PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Berhenti Merokok Bikin Kulit Wajah Pria Lebih Segar

Berhenti Merokok Bikin Kulit Wajah Pria Lebih Segar

Look Good
Apa Pengaruh Kopi Untuk Hati Anda?

Apa Pengaruh Kopi Untuk Hati Anda?

Eat Good
Kapan Keputihan Dianggap Tidak Normal?

Kapan Keputihan Dianggap Tidak Normal?

Feel Good
Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil

Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil

Feel Good
Sebaiknya Apel Tak Dimakan Beserta Kulitnya?

Sebaiknya Apel Tak Dimakan Beserta Kulitnya?

Eat Good
5 Hal yang Harus Dihindari Sebelum Berlari

5 Hal yang Harus Dihindari Sebelum Berlari

Feel Good
Haruskah Pakai Conditioner Setelah Keramas?

Haruskah Pakai Conditioner Setelah Keramas?

Look Good
Mengapa Seperti Ada yang Mengawasi? Padahal Kita Sendiri

Mengapa Seperti Ada yang Mengawasi? Padahal Kita Sendiri

Feel Good
10 Sneakers Hitam yang Bisa Menjadi Pilihan

10 Sneakers Hitam yang Bisa Menjadi Pilihan

Look Good
Memilih Kondom yang Sesuai Ukuran Mr. P

Memilih Kondom yang Sesuai Ukuran Mr. P

Feel Good
4 Alasan Mengapa Kita Kadang Perlu Memaki

4 Alasan Mengapa Kita Kadang Perlu Memaki

Feel Good
Agar 'Cheating Days' Tak Merusak Diet

Agar "Cheating Days" Tak Merusak Diet

Eat Good
Mengapa Banyak Atlet Profesional Menghindari Seks?

Mengapa Banyak Atlet Profesional Menghindari Seks?

Feel Good
Benarkah Berenang Bikin Gemuk?

Benarkah Berenang Bikin Gemuk?

Look Good
Belajar dari Choirul Huda, Perlu ada Pelatihan Khusus Cedera Olahraga

Belajar dari Choirul Huda, Perlu ada Pelatihan Khusus Cedera Olahraga

Feel Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM