Pedihnya Diselingkuhi Lebih dari Patah Hati - Kompas.com

Pedihnya Diselingkuhi Lebih dari Patah Hati

Kompas.com - 09/06/2017, 11:16 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Mendengar kabar pasangan ternyata selingkuh memang bisa bikin dunia serasa hancur. Namun, diselingkuhi berdampak lebih dari patah hati, tapi juga bisa memicu gangguan mental.

Kesimpulan penelitian terbaru mengungkap, diselingkuhi akan merusak kepercayaan diri seseorang dan membuat ingin membalas dendam, namun sering berakhir dengan perilaku yang merugikan diri sendiri.

Korban dari perselingkuhan juga cenderung mengalami stres psikologi dan juga beresiko menyalahgunakan alkohol atau obat terlarang. Mereka juga lebih rentan mengalami gangguan pola makan atau olahraga. Gangguan pola makan bisa berupa makan berlebihan atau malas makan sama sekali.

"Dikhianati pasangan bukan hanya berdampak pada kesehatan mental, tapi juga memicu perilaku beresiko. Kebanyakan orang juga akan menyalahkan diri sendiri saat pasangannya selingkuh," kata M.Rosie Shorut yang mendalami studi ini seperti dikutip dari PsyPost.

Dampak buruk dari perselingkuhan itu lebih besar pada pihak perempuan dibanding pria.

Hal itu mungkin bisa menjelaskan mengapa tak sedikit orang yang pasangannya berselingkuh bisa mengalami depresi dan gangguan jiwa lain yang lebih berat.

Hasil penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya mengenai dampak perselingkuhan pada kesehatan mental korban perselingkuhan.

Memang tidak ada cara pasti untuk mencegah perselingkuhan terjadi. Namun, kebanyakan orang yang selingkuh mengatakan alasan mereka berpaling hati adalah karena kesepian, tidak tertarik lagi pada pasangan, komunikasi dengan pasangan kurang lancar, dan adan kesempatan.


EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X